Desa Mubur jadi Kampung Restorative Justice Pertama di Anambas

Kepala Cabjari Natuna di Tarempa Roy Huffington Harahap memberikan sambutan. (Foto:ist)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Wakil Bupati Kepulauan Anambas bersama Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Natuna di Tarempa meresmikan Desa Mubur sebagai Kampung Restorative Justice, Selasa (15/03/2022) di Lapangan Kantor Camat Siantan Utara.

Kepala Desa Mubur, Hariadi mengucapkan terimakasih kepada Cabjari Tarempa karena telah memilih Desa Mubur sebagai desa pertama yang menjadi Kampung Restorative Justice di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Cabjari Natuna di Tarempa karena telah menunjuk desa kami sebagai kampung Restorative Justice, kami juga memberi apresiasi kepada Cabjari Natuna di Tarempa karena selalu membuat inovasi-inovasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabjari Tarempa, Roy Huffington Harahap menjelaskan, tujuan dari Kampung Restorative Justice yakni terselesaikannya penanganan perkara secara cepat, sederhana dan biaya ringan, serta terwujudnya kepastian hukum yang lebih mengedepankan keadilan yang tidak hanya bagi tersangka, korban dan keluarganya, tetapi juga keadilan yang menyentuh masyarakat, dengan menghindarkan adanya stigma negatif.

“Kami ingin menghapuskan stigma negatif dari masyarakat kepada para penegak hukum. Maka dari itu, Jaksa Agung membuat peraturan penghentian penuntutan dengan cara restorative justice, yakni penyelesaian perkara tindak pidana dengan yang terlibat untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan,” jelas Roy.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra dalam sambutannya mengatakan, kampung ini dibentuk sebagai tempat pelaksanaan musyawarah mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan masalah atau perkara pidana yang terjadi di masyarakat, yang dimediasi oleh jaksa dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat setempat

“Tidak hanya Desa Mubur saja yang menjadi Kampung Restorative Justice, kedepannya akan ada desa-desa lainnya di Anambas yang juga sama, menilai manfaat yang akan dirasakan oleh desa itu sendiri,” sampainya.

Wan Zuhendra juga berharap setelah dibentuknya Kampung Restorative Justice di Desa Mubur, dapat memberi wajah baru dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Semoga dengan adanya penobatan seperti ini bisa memberikan hal yang positif dalam penegakan hukum,” harap Wan Zuhendra. (mk/darwin)

Print Friendly, PDF & Email