Dispar Kepri Bidik Wisman India

Salah satu tempat wisata populer di Kepri, Rano Island. (f:ist)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar mengatakan selama ini kunjungan wisata mancanegara di Kepri masih didominasi dari Singapura dan Malaysia. Hal itu menurnya karena letak geografis antar wilayah yang sangat dekat.

Untuk diketahui, perjalanan dari Batam ke Singapura dengan menggunakan kapal hanya memakan waktu sekitar 40 menit dengan ongkos sekitar Rp. 300.000 pulang pergi. Sedangkan dari Batam ke Johor, Malaysia waktu tempuhnya 2 jam dengan biaya sekitar Rp. 400.000 pulang pergi.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pariwisata tidak hanya membidik wisman Asia Tenggara saja, tetapi mulai fokus ke pasar wisman India.

“India merupakan salah satu pasar wisman paling potensial pada tahun 2022 ini, terlebih negara itu masih termasuk dalam kawasan Asia bagian selatan,”kata Buralimar Senin, Senin (14/3/2022).

Berdasarkan data BPS, sepanjang tahun 2021, kunjungan wisman India ke Kepri  berada di peringkat ketiga dengan jumlah sebanyak 33 orang, disusul peringkat kedua kunjungan wisman Malaysia sebanyak 238 orang, dan peringkat pertama wisman Singapura sebanyak 423 orang.

“Ini membuktikan bahwa turis India antusias berkunjung ke Kepri, meski dengan persyaratan perjalanan yang ketat di tengah pandemi COVID-19,” ujar Buralimar.

Kedepannya, Buralimar sangat optimistis kunjungan wisman India dan wisman dari kawasan Asia Tenggara ke Kepri akan semakin meningkat. Apalagi dengan adanya pemberlakuan kebijakan penerapan bebas karantina bagi wisman khususnya di Batam, Bintan dan Bali.

“Selama ini, wisman merasa keberatan datang ke tiga kawasan ini karena salah satu syarat mereka wajib karantina selama 3 hingga 7 hari setelah kedatangan,”ucapnya.

Dengan adanya kebijakan bebas karantina, menurut Buralimar ini akan menjadi momentum pemulihan sektor pariwisata, setelah dua tahun ini terpuruk akibat pandemi.

“Kita berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ikut membantu para pelaku pariwisata khususnya di Bintan dan Batam, mempromosikan wisata ke India agar mereka semakin tertarik datang ke Bumi Segantang Lada,”harap Buralimar.

Selain India, Buralimar juga menyarankan promosi wisata menyasar pasar Korea yang dinilai cukup potensial, apalagi sudah ada rencana carter penerbangan turis Korea ke Kepri dalam waktu dekat ini.

“Tahun ini, kami proyeksikan 2 juta kunjungan wisman ke Kepri. Dengan berbagai kelonggaran yang diberikan pemerintah terhadap kedatangan wisman, InsyaAllah target itu dapat tercapai,”pungkasnya. (mk/adv)

Print Friendly, PDF & Email