Ratusan Pencari Kerja Diduga jadi Korban Penipuan, Polres Karimun Amankan Tiga Wanita

Ilustrasi pencari kerja. (F:net)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Ratusan pencari kerja di Kabupaten Karimun diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja (loker) palsu yang mengatasnamakan PT Saipem Indonesia Karimun Yard.

Terduga pelaku berinisial AS mengaku bisa mempekerjakan mereka. Bahkan, AS sempat mengadakan pertemuan dengan ratusan pencari kerja dan menjanjikan mereka bisa mulai bekerja di perusahaan tersebut mulai 6 Desember 2021.

Sejumlah pencari kerja bahkan ada yang menyetor uang sekitar Rp 1,6 juta yang diminta oleh AS. Uang itu disebut untuk sebagai persyaratan lanjutan untuk biaya medical check up, pelatihan, dan baju kerja. Namun, Janji itu ternyata hanya isapan jempol belaka. Alih-alih bisa bekerja di perusahaan raksasa Italia itu, ratusan pencari kerja itu hingga kini tidak mendapat informasi lebih lanjut dari AS dan tak kunjung menerima panggilan kerja.

Merasa tertipu, para pencari kerja sempat mencari AS di kediamannya di Kompleks Villa Garden, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, pada, Minggu (5/12/2021) lalu. Hanya saja, usaha mereka tak membuahkan hasil, lantaran terduga pelaku diduga sudah melarikan diri.

Merasa geram, ratusan pencari kerja yang turut didampingi OKP Persatuan Pemuda Meral (Pameral) akhirnya melaporkan dugaan penipuan lowongan kerja oleh AS ke Polres Karimun pada Selasa (7/12/2021). Tidak hanya AS, dua wanita yang diduga sebagai perekrut, yakni N dan S, juga ikut dilaporkan ke polisi.

“Hari ini, kami melaporkan dugaan penipuan lowongan pekerjaan dengan iming-iming uang oleh tiga terduga pelaku, yakni AS, S dan N,” kata Ketua Koordinator Hukum dan HAM Pameral, Wahyu Prasetyo, Selasa (7/12/2021) malam.

Wahyu mengatakan, jumlah korban penipuan lowongan kerja itu sejauh ini sudah mencapai sebanyak 260 orang.

“Total korban yang masih dalam pantauan kita sebanyak 260 orang. Total kerugian atas perbuatan pelaku sekitar Rp 460 juta,” kata Wahyu.  

Wahyu mengatakan, pelaku N diduga menyebarkan pesan berantai melalui media sosial WhatsApp yang menyebutkan adanya info lowongan kerja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Perusahaan itu disebut membutuhkan 700 orang. Para pencari kerja diminta melengkapi sejumlah syarat sebelum 2 Desember 2021.

“Tidak hanya mereka yang menyebarkan informasi lowongan kerja itu, N dan S juga meminta uang sekitar Rp 200.000 kepada korban sebagai upah lelah,” kata Wahyu.

Para korban sudah melampirkan barang bukti berupa sejumlah kuitansi dari terduga pelaku kepada pihak kepolisian.

“Kami berharap polisi dalam hal ini Satreskrim Polres Karimun bisa segera menindaklanjuti dan melakukan penelusuran mengenai kasus ini. Kami ingin kerugian korban bisa dikembalikan, namun proses hukum terhadap ketiga pelaku tetap berjalan,” kata Wahyu.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi memastikan bahwa pihaknya sudah menangkap tiga orang wanita terkait dugaan penipuan lowongan kerja tersebut. Ketiga wanita itu diduga bersentuhan langsung dengan para korban, seperti yang melakukan perekrutan dan menerima uang dari korban.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena mereka yang menerima uang dan mencari siapa saja yang daftar. Sementara yang diduga top manager (AS) akan kita dalami. Tapi yang menerima uang dan menawarkan pekerjaan adalah ketiga wanita tadi,” kata Arsyad.

Arsyad membenarkan bahwa para korban dimintai uang oleh terduga pelaku. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah pasti uang yang disetor tersebut.

“Saya pastikan memang ada sejumlah uang yang diminta kepada korban dan harganya bervariasi di atas Rp1,5 juta. Saya tidak bisa pastikan berapa totalnya, karena masing-masing korban bervariasi dalam menyetor uangnya,” jelasnya. (mk/kom)

Print Friendly, PDF & Email