Kabupaten Karimun Miliki Kampung Kompor Induksi

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad meninjau salah satu peralatan kompor induksi. (F:ist)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad didampingi Bupati Karimun H. Aunur Rafiq menghadiri peresmian Kampung Kompor Induksi bersama PLN di RT. 003 RW. 001 Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Rabu (27/10/2021).

Gubernur Ansar mengatakan ke depannya Pemprov Kepri akan memprogramkan kompor induksi supaya UMKM Kepri berjalan lebih baik, lebih aman dan lebih ramah lingkungan.

“Saya kira ini solusi bagus, untuk menyambut revolusi hijau agar lingkungan kita lebih baik. Dengan berkembangnya UMKM juga kita turut menjaga lingkungan, ” kata Gubernur Ansar saat diwawancara.

Dirinya melanjutkan, dengan motto “Indonesia Mandiri Energi dengan Menggunakan Kompor Induksi”, pemerintah daerah selalu mendukung terhadap segala bentuk inovasi-inovasi BUMN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita akan terus mendorong inovasi-inovasi berbagai pihak, termasuk BUMN dalam upaya-upaya peningkatan ekonomi agar masyarakat lebih sejahtera. Ini juga nantinya akan mendukung program pembangkitan ekonomi kita,” tambah Gubernur Ansar.

Program Kampung Kompor Induksi di Karimun ini merupakan program perdana PLN di luar Pulau Jawa yang akan dijadikan program percontohan bagi wilayah lain.

Sementara itu, Senior Manager Niaga PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri Haris Andhika menyampaikan program ini adalah komitmen PLN untuk mendorong penggunaan kompor induksi di masyarakat.

“Ini merupakan komitmen PLN memasyarakatkan electrifying lifestyle sekaligus mewujudkan Kepri energi bersih,” kata Haris.

Dalam program kampung listrik, Haris menambahkan selain itu, konversi ini juga meningkatkan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal. Haris juga menjelaskan bahwa penggunaan kompor induksi juga lebih efisien.

“Hasil percobaan PLN menunjukkan, untuk memasak 1,5 liter air dengan menggunakan kompor induksi sampai dengan suhu 100 derajat celcius selama 11,3 menit sebesar Rp 334, sementara menggunakan kompor gas selama 9,04 menit sebesar sekitar Rp 438,” tutupnya. (mk/hum)

Print Friendly, PDF & Email