Harga Minyak Goreng Melejit, Pelaku Usaha di Lingga Menjerit

Ketua persatuan kuliner Kecamatan Lingga, Hermadi. (F:ist)

LINGGA (marwahkepri.com) – Harga minyak goreng di Kabupaten Lingga melejit naik signifikan dari Harga Encer Tertinggi (HET). Naiknya harga minyak goreng secara menyeluruh terjadi sejak dua pekan terakhir.

Menurut keterangan salah satu toko sembako di Kelurahan Daik saat ditanyai. Ia mengatakan semua minyak kemasan yang terdiri berbagai merek sudah naik. Baik dengan merek harga termurah sampai termahal.

“Iya, kemarin naiknya tinggi, tapi sekarang udah mulai turun sedikit. Kalau harga normal minyak goreng merek Siip itu 1,8 mL kisaran Rp 27 ribu terus pernah naik Rp 33 ribu, tapi sekarang turun Rp 2 ribu jadi Rp 31 ribu, semua merek sama. Sama – sama naik,” kata salah seorang karyawan yang bekerja di toko sembako saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/2021).

Lonjakan harga minyak goreng turut membuat resah masyarakat, khususnya para pedagang makanan kecil maupun besar.

Hermadi salah satu pemilik kedai makan Friska yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Kuliner Kecamatan Lingga, mengaku sangat terkejut dengan kenaikan harga minyak goreng tersebut.

“Iya terkejut aja, baru aja Covid-19 melandai, tapi harga minyak goreng naik pula. Kalau dihitung-hitung sangat berdampak dan terasa bagi pedagang. Agak terasa berat,” kata Hermadi kepada marwahkepri.com.

Dirinya berharap, pemerintah harus bertindak dan lebih memperhatikan kenaikan harga minyak agar lebih stabil. Supaya pedagang bisa menyusuaikan jualannya.

“Saya mewakili kawan – kawan pelaku usaha berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait ikut andil dan cepat tanggap melakukan pemantauan terkait permasalah harga minyak goreng ini. Dengan naiknya harga minyak goreng ini berdampak pada pendapatan,” harap Hermadi.

Demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui apa penyebab naiknya harga minyak goreng di pasar maupun toko sembako di Kabupaten Lingga. (mk/Willy)

Print Friendly, PDF & Email