Kampus BTI akan Ditutup, Ini Kata Plt Bupati Bintan

foto:net

BINTAN (marwahkepri.com) – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bintan Robby Kurniawan membenarkan isu penutupan Kampus Bintan Tourism Institute (BTI) yang berlokasi di Kijang.

“Sebelum mengambil alih aset pemkab itu, kami terlebih dahulu dapat informasi dari pihak manajemen BTI, mereka memang tidak ingin melanjutkan operasional kampus tersebut,” kata Robby seperti dikutip dari Antara, Senin (25/10/2021).

Robby mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk tetap membuka kampus atau sekolah pariwisata serupa di wilayah Bintan. Namun, dengan manajemen perguruan tinggi yang lebih baik.

Menurut Robby, pendidikan sektor pariwisata di daerah itu sangat penting guna mencetak sumber daya manusia yang berkompeten dan berdaya saing tinggi dalam dunia industri pariwisata. Apalagi, Bintan memiliki sumber daya alam pariwisata yang banyak dan akan terus berkembang.

Selain itu, menurut Robby, pendapatan asli daerah (PAD) setempat, sebanyak 60 persennya bersumber dari dunia pariwisata

“Kita butuh SDM siap pakai, tentunya tidak hanya untuk industri wisata di Bintan, tapi se-Indonesia, bahkan mancanegara,” ujar Robby.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang juga penggagas berdirinya Kampus BTI saat masih menjabat Bupati Bintan, menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Bintan untuk menangani permasalahan kampus tersebut.

Namun, dia mengusulkan agar Kampus BTI itu direvitalisasi, karena bagaimana pun kampus itu sudah menghasilkan lulusan yang mampu terserap di dunia kerja industri pariwisata dalam dan luar negeri

“Kalau bisa jangan sampai ditutup, perbaiki saja tata kelola manajemennya, karena kampus itu sepertinya sudah mengarah terbawa ke ranah politik,” kata Ansar.

Pihak manajemen kampus Direktur BTI Ruddy Firmansyah membenarkan bahwa kampus pariwisata yang mulai beroperasi sejak 2014 itu akan tutup total mulai 1 November 2021.

“Aktivitas perkuliahan sudah tidak ada lagi. Sekarang tinggal inventarisasi aset kantor saja,” kata Ruddy.

Ruddy menyebutkan, alasan Kampus BTI tutup karena Pemkab Bintan melalui Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) mengambil alih tanah dan bangunan itu untuk dijadikan kantor Dinas Kesbangpol dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Hal itu diperkuat pula dengan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa lahan dan gedung BTI tersebut adalah aset milik Pemkab Bintan.

“Faktanya memang begitu, tapi kami dapat hak mengelola atau pinjam pakai lahan dan bangunan itu dari Bupati Bintan periode Ansar Ahmad yang dibuktikan dengan tanda tangan di atas kertas, untuk melaksanakan pendidikan pariwisata tanpa batas waktu,” ujar Ruddy. (mk/kom)

Print Friendly, PDF & Email