Hindari Pelecehan Anak di Bawah Umur, Melda Irawati: Orangtua dan Masyarakat Harus Berperan Aktif

Plt Kepala UPTD PPA Kabupaten Natuna, Melda Irawati ketika dimintai keterangan. (F:ist)

NATUNA (marwahkepri.com) – Pelecehan anak di bawah umur di Kabupaten Natuna kini semakin menjadi-jadi. Hal tersebut diduga karena kurang dekatnya orangtua dan anak.

Seperti dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Natuna, Melda Irawati ketika dimintai keterangan.

Pihaknya terus melakukan pelayanan psikologi kepada anak dan orangtua. Namun, pada kesimpulan ia temui di lapangan adalah, anak-anak kurang dekat dengan orangtuanya.

“Sehingga mereka agak tertutup, dan ditambah pula terjerat cinta sesaat dan bujuk rayuan laki-laki yang tak baik,” kata Melda kepada marwahkepri.com, Senin (25/10/2021) pagi.

Untuk kedepannya kata Melda, diharapkan kepada kepala keluarga dapat memperkuatkan hubungan yang harmonis antar anggota keluarga, sehingga terjalin keakraban, keterbukaan satu sama lain.

“Karena peran pengawasan dari orangtua sangat penting sekali,” pintanya.

Selain itu Melda juga menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke desa-desa, serta membentuk relawan satgas desa bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga kasus-kasus dapat terungkap dan dilaporkan oleh satgas ke pihaknya.

“Ya pak, kami melalui dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak, sedang proses penguatan lagi terhadap satgas desa tersebut,” imbuhnya.

Kembali ia berharap, kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur dapat berkurang dan bahkan tidak ada lagi. Hal ini akan terjadi apabila ada kerjasama, pengawasan yang baik antar berbagai pihak..

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak, Yuli Ramadhanita meminta, selain orangtua, masyarakat juga bergerak dalam membantu mengurangi angka kasus pelecehan terhadap anak.

“Kalau lah masyarakat sudah ikut membantu program pemerintah saya yakin, kasus ini akan berkurang,” ucapnya.

“Seperti begini, jika ada anak muda malam-malam mendatangi rumah anak perempuan, pemuda ataupun masyarakat setempat harus mengawasinya,” pinta Yuli.

Sesuai data yang diperoleh, kasus pelcehan terhadap anak di bawah umur pada tahun 2021 berjumlah 5 kasus. Sementara tahun sebelumnya juga 5 kasus.(mk/zani)

Print Friendly, PDF & Email