Siap Terima Wisman, Kepala KKP Tanjungpinang Jelaskan Kesiapan Bintan Resort

Kepala KKP Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin menunjukkan bluepass yang akan digunakan setiap orang selama beraktifitas di Bintan Resort. (F:diskominfo)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang menyatakan pihaknya siap menerima wisatawan mancanegara (wisman) usai pemerintah menetapkan kawasan wisata Lagoi, sebagai percontohan menerima wisman di masa pandemi COVID-19. 

“Kita sudah beberapa kali latihan, gladi untuk meneriman wisman di Bintan Resort. Prinsipnya mengacu pada SE (surat edaran) nomor 18 addendum Satgas Covid Nasional,” ujar Agus Jamaludin.

Dimana setiap wisman yang masuk, harus melengkapi diri dengan hasil PCR negatif COVID-19 dari negara asal. Setibanya di pintu masuk negara, selain diukur suhu tubuh, juga diwajibkan mengisi e-HAC internasional. Lalu dilakukan tes antigen dan diambil specimen PCR.

Bintan Resort sendiri sudah memiliki laboratorium sendiri untuk menganalisa specimen PCR. Namun kekurangan PCR dan hasilnya cukup lama yakni bisa hingga tujuh jam. Untuk mempercepat hasil, tersedia pula alat TCM (tes cepat molecular) yang hasilnya dapat diketahui dalam satu jam saja.

Sesuai SE nomor 18 tersebut, wisman harus menjalani karantina selama delapan hari. Pada hari ketujuh, diambil specimen PCR untuk kedua kalinya. Jika hasilnya negatif COVID-19, maka pada hari kedelapan akan dikeluarkan clearance.

Hanya saja, kebijakan karantina delapan hari ini tidak memungkinkan untuk Kepri. Karena rata-rata masa tinggal wisman di Kepri adalah tiga hari. Dimana mereka berlibur di akhir pekan. Dengan travel bubble, diharapkan pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran masa karantina kawasan tiga hari.

“Apakah Satgas Nasional mau nggak karantina delapan hari menjadi tiga hari saja. Tentu harus dilihat dari aspek epidemiologi,” tambah Agus.

Selain itu, Bintan Resort juga sudah menyiapkan dormitori untuk karantina jika ada wisman yang terkonfirmasi COVID-19.

“Ada lokasi karantina, bisa menampung 80-100 orang. Seperti dormitori, gedung dua lantai,” sebut Agus.

Selama di kawasan Bintan Resort, setiap orang termasuk wisman juga dilengkapi dengan bluepass. Yang berisi data diri pemegang dan juga dilengkapi dengan GPS.

Selama di Bintan Resort, para pemegang bluepass akan terpantau pergerakannya melalui ruangan kontrol. Selain itu para pekerja juga akan berganti masa tugas setiap dua pekan sekali. Mereka yang masuk dan keluar dari dormitori karyawan, akan dites antigen.

Diharapkan kesiapan Bintan Resort ini, menjadi bukti bahwa Kepri siap menerima wisman melalui model travel buble. (mk/hum)

Print Friendly, PDF & Email