Re-opening Destinasi Wisata, Wagub dan Ekspatriat Belepotan Lumpur Tanam Padi

Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina Rudi didampingi Chairman BTPB Rahman Usman dan para ekspatriat menyemai bibit padi di Agrowisata Jambu Marina, Sabtu kemarin (9/10/2021) sebagai penanda reaktivasi destinasi wisata di seluruh Kota Batam. (F: Ist)

 

BATAM (marwahkepri.com) – Menandai re-opening destinasi wisata di Kota Batam, Batam Tourism and Promotion Board (BTPB) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam menghelat “Rice Planting” di Agrowisata Jambu Marina.

Secara khusus, BTPB mengundang Hj Marlin Agustina Rudi dan mengajak Wakil Gubernur Kepulauan Riau itu belepotan lumpur, nanam padi bersama puluhan ekspatriat, Sabtu siang (9/10).

Hj Marlin yang tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.30WIB disambut meriah para peserta Rice Planting yang telah berkumpul persis di tengah-tengah area Agrowisata Jambu Marina.

Di bawah terik matahari yang menyengat, Hj Marlin memimpin penanaman padi didampingi Iswahyudi, Chairman BTPB Rahman Usman, Asisten III Kesejahteraan Rakyat H. Heriman serta puluhan ekspat yang tergabung dalam Batam Expatriat Supporting Team (BEST) serta Batam Tamil Association.

Aksi ini sontak mendapat perhatian pengunjung Jambu Marina sebab, kecuali ekspat asal India, semuanya baru menjajal nyemplung ke sawah untuk kali pertama.

“Ini pengalaman luar biasa. Pertama seumur hidup menanam padi di sawah. Luar biasa rasanya,” aku James Baxter, ekspatriat asal Australia. Karena baru menjajal sekali, James pun terlihat kikuk ketika diminta memegang bibit padi dan mrnancapkannya di tanah berlumpur.

Berbeda dengan James, perwakilan Batam Tamil Association, Arul yang telah tinggal di Batam selama 20 tahun, mengaku rindu menanam padi.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan, karena mengingatkan kembali kampung halaman kami. Kami sudah terbiasa nanam padi seperti ini,” ujarnya.

Sebelum aksi menanam padi dihelat, acara Nomadic Community Fiesta 2021 yang didukung penuh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam ini diisi dengan pembagian sembako hasil donasi Batam Tamil Association dan BEST yang seluruhnya berjumlah 50 paket. Semua dibagikan kepada pelaku wisata yang terdampak pandemi di Agrowisata Jambu Marina, Jambu Madu serta Lembah Pelangi.

Di sela-sela prmbagian sembako, Hj Marlin sempat melontarkan apreasiasi atas iven kreatif yang digagas BTPB. Sembari itu ia mengingatkan agar masyarakat tetap awas terapkan protokol kesehatan walaupun Batam telah berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

Ia juga menegaskan bahwa untuk memoermudah pergerakan wisatawan domestik di Kepri, kini Pemprov telah menerbitkan SE yang menghilangkan kewajiban tes antigen untuk bepergian antarkota dan kabupaten di Kepri. “Cukup menunjukkan kartu vaksin saja. Maka warga boleh bergerak dari satu titik ke titik lain tanpa dibebani lagi biaya antigen,” sebutnya.

Direktur Eksekutif BTBP Edi Sutrisno, mengatakan, Nomadic Community Fiesta akan terus ditaja tiap sebulan sekali. “Kemarin digelar di Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, nah bulan ini giliran Agrowisata Jambu Marina. Sengaja kita pilih di sini karena ada lahan sawahnya. Kita beri sajian berbeda itu ke para ekspatriat. Biar mereka dapat pengalaman unik selama tinggal di Batam.”

Edi menjabarkan, kegiatan ini diikuti puluhan ekspatriat dari berbagai bangsa.
“Bulan depan rencananya, bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Drs Ardi Winata, kita akan blusukan ke Pulau Karas, mengajak mereka melepas anak penyu.”

Pemilik Agrowisata Jambu Marina Batam, Iswahyudi, menambahkan, sangat mrngapresiasi BTPB yang telah menjadikan destinasinya sebagai venue acara. “Ini menyuntik semangat kami lagi, setelah setahun lebih tutup karena pandemi,” ujarnya bersemangat. (mk/ril)

Print Friendly, PDF & Email