Kepri Masih PPKM Level 3 Meski Kasus Aktif Turun Drastis, Ini Penjelasan Satgas

Ilustrasi. (F:net)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Pemerintah pusat masih memberlakukan PPKM level 3 di Kepri. Padahal jumlah kasus aktif turun drastis selama sepekan terakhir.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana menjelaskan hasil asesmen terhadap kondisi COVID-19, menunjukkan penanganan COVID-19 di kabupaten dan kota belum berjalan optimal.

Dari data “tracing” dan “testing” pada kapasitas respons dinilai pusat tidak sejalan. Contohnya, Kabupaten Kepulauan Anambas, Natuna dan Kabupaten Lingga, 0 persen melakukan tracing, namun testing di Anambas mencapai 3,24 persen, Lingga 2,80 persen dan Natuna 3,52 persen.

Angka testing yang dinilai memadai tidak sejalan dengan tracing tersebut membuat pusat meragukannya, padahal tes PCR atau antigen seharusnya dilakukan berdasarkan hasil penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19.

0 persen menunjukkan petugas kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit tidak melakukan tracing.

“Lantas bagaimana mereka melakukan tes? Terhadap siapa? Bagaimana mungkin melakukan testing tanpa tracing? Ini yang menyebabkan pusat meragukan data COVID-19 kabupaten dan kota di Kepri,” tambahnya.

Persoalan di Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Bintan, menurut dia, sama. Contohnya di Batam, tes antigen terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 hanya 0,30 persen, sementara tracing mencapai 4,50 persen. Sedangkan pasien yang dirawat di rumah sakit mencapai 29,85 persen, cukup tinggi.

“Pusat meragukan jumlah kasus aktif di Batam, dan daerah lainnya di Kepri,” katanya.

Tjetjep menjelaskan berdasarkan data asesmen untuk transmisi komunitas, PPKM di Batam potensial masuk Level II, namun kasus konfirmasi 3,95 persen, rawat inap di rumah sakit 8,49 persen, dan kematian 0,58 persen diragukan pusat.

Di Tanjungpinang, kata dia jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia mencapai 2,75 persen, cukup tinggi, sama seperti Karimun, Anambas, Natuna, Kepulauan Anambas dan Lingga.

“Persentase kasus kematian di Anambas mencapai 6,89 persen,” ucapnya. (mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email