Hasilkan Ulat Maggot, Posyantek Desa Teluk Bakau Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Kadis PMD Provinsi Kepri, Drs. Sardison, M.TP bersama Kadis PMD Kab. Bintan, Roni Kartika, S.TP dan Ketua Posyantek Bina Desa Sejahtera, Rahmat Hidayat berfoto bersama usai menerima penghargaan dari Menteri Desa. (F:ist)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Nama Provinsi Kepri di dunia Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional, sudah tak asing lagi. Kali ini Posyantek Bina Desa Sejahtera, Desa Teluk Bakau dari Kabupaten Bintan, berhasil meraih juara 3 pada gelaran Teknologi Tepat Guna Nasional XXII.

“Alhamdulillah dari tiga kategori yang kita kirim ke tingkat nasional, dua masuk 10 besar. Dan Posyantek Bina Desa Sejahtera dari Teluk Bakau berhasil meraih juara tiga,” ujar Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Kepri Drs. Sardison, M.TP, Senin (20/9/2021).

Juara 1 diraih oleh Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) dari Jawa Barat. Sedangkan juara 2 diraih oleh Posyantek dari Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa PDTT, Dr. (Hc) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd di Jakarta.

Posyantek Bina Desa Sejahtera ini dipandang sukses merangkul beberapa pihak, hingga akhirnya menghasilkan produk ulat maggot. Yaitu pakan alternatif yang tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan, juga pakan ternak serta pupuk organik untuk pertanian.

“Untuk bahan bakunya kami bekerjasama dengan pihak hotel. Mereka membantu kami memisahkan sampah organik yang selanjutnya kami produksi menjadi ulat maggot ini. Ulatnya itu berasal dari larva lalat tertentu. Jadi lalatnya tidak boleh terkontaminasi dengan sampah lain,” jelas Ketua Posyantek Bina Desa Sejahtera, Teluk Bakau Rahmat Hidayat.

Namun sayangnya, selama pandemi COVID-19 ini bahan baku dari hotel berkurang. Sehingga posyantek beralih ke bahan baku dari kotoran ayam. Mereka mendapapat bantuan 1500 ekor ayam berserta pakannya, yang dikelola oleh kelompok-kelompok.

Ulat maggot ini cukup menjanjikan. Dimana dari 1 kilogram sampah organik, dapat menghasilkan setengah kilogram ulat maggot. Per kilogram ulat, dijual seharga Rp 10 ribu kepada para pelaku usaha ternak. Mulai dari ternak ikan air tawar, hingga untuk pakan burung.

“Kami bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dalam hal pemasaran. BUMDes sudah menghasilkan Rp 10 juta dari ulat maggot ini. Tapi sementara terhenti karena kurangnya bahan baku dari resort yang ada di Teluk Bakau,” jelas Rahmat.

Diharapkan kedepan, Posyantek Bina Desa Sejahtera ini dapat berkembang pesat. Apalagi ulat maggot ini banyak dicari, karena tingginya protein sebagai pakan ternak. 

Karena keberhasilan Posyantek meraih juara 3 pada Gelar TTG Nasional XXII, Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan penghargaan atas prestasi dan sumbangsih mereka bagi daerah.

“Penghargaan yang kita terima ini juga sebagai hadiah untuk hari jadi Provinsi Kepri. Insha Allah pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepri, gubernur akan memberikan penghargaan kepada Posyantek dari Teluk Bakau ini,” tambah Sardison. (mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email