Pangkoarmada I Pantau Pangkalan TNI AL Faslabuh di Selat Lampa

Pangkoarmada I Laksamana Muda, Arsyad Abdullah saat menunjukkan titik lokasi wilayah perbatasan Laut Natuna Utara

MARWAHKEPRI.COM.NATUNA – Dewasa ini banyak isu-isu tentang keamanan Laut Natuna Utara. Oleh karenanya, sebanyak 5 buah kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), siap untuk mengawasi perairan Laut Natuna Utara, salah satunya Board KRI Silas Papare (SRE) 386. Karena perairan perbatasan ini merupakan jalur internasional.

Demikian disampaikan Panglima Komandan Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda, Arsyad Abdullah, SE.M.A.P, saat melakukan perss rilis dengan sejumlah awak media di On Board KRI Silas Papare (SRE) 386, bertempat Pangakalan TNI AL Ranai Faslabuh, Selat Lampa, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kamis (16/9/2021) sore.

Dikatakan Arsyad, keberadaan TNI AL dalam mengemban amanat Undang-undang (UU) nomor 34 tahun 2004 tentang, TNI melakukan tugas dalam Pasal 9 yaitu, melaksanakan tugas bahtera laut kemudian menegakkan kedaulatan, mengamankan perairan Indonesia.

“Mengacu pada UU tersebut, TNI Koarmada I akan melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara,” ujarnya.

Kembali Arsyad menegaskan, TNI AL selalu ada di wilayah perairan Laut Natuna Utara, satu kali dua puluh empat jam.

Sejauh ini kata Arsyad, pihaknya telah menggelar operasi untuk wilayah perbatasan ini dengan Sandi “Siaga Segara 21”.

Sementara kekuatan yang dikerahkan sesuai personil, diberikan lokasi dengan mengerahkan lima KRI, diatur dengan sedemikian rupa agar selalu berada di perairan perbatasan ini.

“Jika ada kapal asing, yang hanya sekedar melintasi perairan Natuna itu tidak masalah karena kita tetap melakukan patroli dan selalu monitor,” imbuhnya.

“Namun sebaliknya, jika ada kapal asing melakukan operasi diwilayah Natuna, langsung kita tindak lanjuti ditangkap dan dibawa ke pangkalan Ranai,” tambahnya pula. (mk/zani)

Print Friendly, PDF & Email