Banggar DPRD Kota Batam Laporkan Pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2021

Pimpinan rapat paripurna pembahasan Ranperda Perubahan APBD Kota Batam tahun 2021. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar rapat paripurna dengan agenda laporan Badan anggaran (Banggar) atas pembahasan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Batam tahun anggaran 2021.

Bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, Jumat (10/9/2021). Banggar DPRD Kota Batam menguraikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kota Batam tahun 2021 diprediksi meningkat sebesar 2,97 – 3,77 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar minus -2,55 persen, dengan persyaratan keberhasilan program vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan dapat berjalan dengan baik, serta peningkatan daya saing melalui peningkatan kapasitas pelabuhan dan beroperasinya KEK Batam Aero Technic yang diharapkan dapat menghemat devisa sebesar 65 – 70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai kurang lebih Rp 26 triliun rupiah per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Selanjutnya, inflasi di tahun 2021 diperkirakan tetap dalam range 2 – 4 persen, hal ini dikarenakan masih dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang masih terbatas dalam melakukan aktivitas ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19. Hal ini sesuai dengan perkembangan laju inflasi pada bulan Juni tahun 2021.

Konsumsi riil per kapita diprediksi akan mengalami peningkatan dari 18,09 juta pada tahun 2020 menjadi diprediksi sebesar 18,30 – 18,50 juta pada tahun 2021. Hal ini didorong oleh belanja pemerintah dan berbagai program/kegiatan yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Atas kondisi tersebut menyebabkan terjadinya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA APBD tahun 2021, sebagai syarat untuk melakukan perubahan APBD. Untuk itu, Pemerintah Kota Batam mengajukan Ranperda Perubahan APBD tahun 2021.

Dan, setelah dilakukan pembahasan terhadap materi dan substansi dari Ranperda Perubahan APBD Kota Batam tahun 2021, baik ditingkat komisi bersama OPD mitra kerja dan di badan anggaran bersama tim anggaran pemerintah daerah (TPAD) Kota Batam, maka dapat dilaporkan sebagai berikut:

Pendapatan yang sebelumnya sebesar Rp. 2.860.863.224.402, dirubah menjadi sebesar Rp. 2.650.544.986.343, atau terjadi devisa sebesar 7 persen, dengan rincian:

  • Pendapatan Asli Daerah: Rp. 1.212.464.139.941
  • Pendapatan Transfer: Rp. 1.289.424.306.402 
  • Lain-lain pendapatan yang sah: Rp. 148.656.540.000 

Kemudian belanja pemerintah yang sebelumnya sebesar Rp. 2.968.574.058.069 berubah menjadi sebesar Rp. 2.921.147.486.859 dengan rincian:

  • Belanja operasi: Rp. 2.243.819.995.006 
  • Belanja modal: Rp. 669.370.910.491 
  • Belanja tidak terduga: Rp. 7.956.621.362

Sebelum perubahan sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya, sebesar: Rp. 107.710.833.667, kemudian perubahan menjadi, sebesar Rp. 270.602.500.516 atau terjadi penambahan sebesar Rp. 162.891.666.849. Dan terakhir jumlah penerimaan pembiayaan, sebesar Rp. 270.602.500.516. (mk/bn)

Print Friendly, PDF & Email