Pemerintah Berencana Berikan Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Masyarakat Umum

Presiden Joko Widodo memantau proses vaksinasi COVID-19 untuk tenaga pendidik, Rabu (24/2/2021). (F:ist)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Pemrintah berencana memberikan vaksinasi dosis ketiga (booster) untuk masyarakat umum setelah 12 bulan.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan hal tersebut tertuang dalam rekomendasi ITAGI. Mengingat terjadi penurunan imunitas setelah enam bulan dari penyuntikan kedua vaksin Sinovac.

“Titer antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan booster tapi setelah 12 bulan, tahun depan kita laksanakan booster kepada masyarakat umum,” kata Nadia dalam diskusi secara virtual yang digelar Puan Amanat Nasional, Rabu (4/8/2021).

Nadia menegaskan, hingga saat ini, vaksin dosis ketiga hanya diberikan untuk tenaga kesehatan. Sebab, kata dia, nakes lebih berisiko terpapar COVID-19 dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

“Kita tahu risiko terpaparnya nakes itu sangat besar pada saat kasus meningkat jauh, sehingga perlu ditambah proteksi tambahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, ITAGI juga menyarankan agar ada penelitian penunjang guna mendapatkan data yang evidence based untuk menentukan vaksinasi booster pada semua masyarakat secara massal.

Adapun penelitian yang disarankan adalah pemeriksaan titer antibodi anti-RBD pada 2-4 minggu pasca-vaksinasi booster dilakukan secara acak. Kemudian, pemantauan break-through of severe COVID-19 case pada semua nakes yang diberikan booster vaksin. (mk/kom)

Print Friendly, PDF & Email