Lakukan Hal Ini Jika Kamu Demam Setelah Divaksin

Salah seorang yang sedang divaksin ( f:net)

MARWAHKEPRI.COM – Di tengah memuncaknya kasus COVID-19 di beberapa daerah, program vaksinasi gencar disebarkan ke berbagai lapisan masyarakat demi membentuk herd immunity yang lebih cepat. Layanan vaksin untuk anak dan remaja usia 12-17 tahun juga mulai disediakan.

Vaksin bertujuan membentuk antibodi secara serempak untuk memperoleh kekebalan kelompok, supaya dapat melindungi orang-orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin. Namun pasca injeksi vaksin, tak sedikit orang yang merasakan ragam efek samping.
Para ahli memaparkan bahwa efek samping tersebut wajar. Hal ini merupakan cara tubuh merespons dan ‘menyambut’ vaksin yang masuk. Menurut pemerhati imunisasi dr. Julitasari Sundoro, vaksin yang disuntikkan ke tubuh akan membentuk antibodi, dan dalam proses pembentukannya terkadang menimbulkan respons seperti demam, pegal, hingga sakit kepala.
Supaya kondisi tubuh tetap terkontrol, masyarakat disarankan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat agar tubuh lebih cepat pulih dari efek vaksin. Apa saja caranya?
1. Langsung istirahat setelah vaksin
Usai vaksin bukan berarti kita bisa bebas bepergian. Setelah observasi selama 15-30 menit, sebaiknya langsung kembali ke rumah dan usahakan istirahat kembali untuk melihat respons tubuh dan mengembalikan stamina.
Bila mengalami gejala ringan seperti pegal di area lengan yang disuntik, Anda bisa mengompresnya dan melakukan gerakan ringan seperti memutar-mutar lengan untuk mengurangi kebas. Atau saat pusing terasa, konsultasikan kembali ke dokter sesuai anjuran saat vaksin. Bila perlu, Anda juga bisa meminta resep obat untuk meringankan efek samping.
2. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Setelah vaksin, kita juga harus memastikan makanan yang kita konsumsi memiliki kandungan gizi seimbang untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Misalnya dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan D.
Dilansir healthline, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang akan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Bahkan dari jurnal yang diterbitkan PubMed Central (PMC), asupan vitamin C terbukti mengurangi gejala infeksi saluran napas atas, termasuk flu.
Vitamin D juga memiliki fungsi yang sama, yaitu memperkuat sistem kekebalan tubuh sekaligus melawan infeksi.
3. Jaga cairan tubuh dengan minuman Ber-ION
Saat demam, tubuh akan berusaha mengembalikannya ke suhu normal melalui pengeluaran keringat. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan ION tubuh ikut keluar sehingga dehidrasi rentan terjadi. Bahkan, setiap kenaikan 1 derajat suhu, tubuh akan kehilangan 10 persen cairan.
Minum cairan yang mengandung ion seperti Pocari Sweat bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga cairan tubuh dan mencegah terjadinya risiko dehidrasi saat mengalami demam setelah vaksin.(mk/kump)
Print Friendly, PDF & Email