Dua Orang Penyelundup Sabu dari Malaysia Divonis Penjara Seumur Hidup

Kantor Pengadilan Negeri Batam yang berlokasi di Batam Centre. (F:net)

BATAM (marwahkepri.com) – Dua orang penyelundup narkotika jenis sabu seberat 34 kg dari Malaysia Abdul Rahman (46) dan Iis Hariyanto (34) divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Batam, Jumat (16/7/2021).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup,” kata ketua majelis Adiswarna CH Putra dengan anggota Yoedi Anugrah Pratama dan Ferdinaldo Hendrayul Bonodikun.

Kasus bermula saat terjadi penyelundupan sabu dalam jumlah fantastis dari Malaysia pada 7 November 2020. Iis diberi titik koordinat penjemputan di tengah laut oleh Syamsusafir (DPO).

Pada 9 November 2020, Iis memerintahkan Syamsu Safir untuk menjemput paket narkoba itu dengan imbalan sejumlah uang. Syamsu lalu berangkat menggunakan kapal ke tengah laut antara Batam-Malaysia.

“Perbuatan yang sudah dilakukan terdakwa adalah sebuah permufakatan jahat yang salah dan merupakan suatu pidana, terhadap penyebaran narkotika dan obat-obat terlarang mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan bukan hanya di Kota Batam ataupun Indonesia bahkan dunia,” ujar majelis hakim.

Saat petang datang, kapal Syamsu didatangi kapal dari Malaysia. Bongkar-muat narkoba langsung dilakukan. Setelah bongkar-muat selesai, Syamsu kembali ke perairan Indonesia.

BNN yang sudah mengintai pergerakan Syamsu langsung menggerebek. Syamsu panik dan langsung terjun ke laut untuk berenang, berharap lolos dari kejaran aparat BNN, tapi usahanya sia-sia. Kekuatan renangnya kalah oleh mesin kapal.

Syamsul diringkus bersama satu tas isi sabu. Rencananya, paket itu akan dikirim ke Palembang dan diteruskan secara estafet ke Pulau Jawa.

“Di mana orang dengan mudah mendapatkan narkotika dari para bandar atau pengedar yang menjual di diskotek ataupun dunia hiburan malam. Dan negara ataupun pemerintah juga sudah tidak terhitung banyaknya usaha untuk memberantas narkotika, pengguna narkotika dan obat-obat terlarang,” tutur majelis hakim.

Dari penangkapan Iis, ditangkaplah Abdul Rahman. Mereka akhirnya diadili dalam berkas terpisah.

Jaksa menuntut Iis dengan pidana penjara 20 tahun. Majelis tidak terima sebab tuntutan itu tidak menimbulkan efek jera terhadap pelaku peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. (mk/dtk)

Print Friendly, PDF & Email