Terbitkan SE, Sertifikat Vaksin jadi Syarat Keluar-Masuk Anambas

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH meninjau pelaksanaan prokes di Pelabuhan Tarempa beberapa waktu lalu. (F:ist)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluarkan surat sdaran bernomor: 44/Kdh.KKA 680/07.2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Surat edaran itu menerangkan ketentuan perjalanan orang dalam negeri dan internasional dengan menggunakan moda transportasi umum dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Kepri.

Dalam surat tersebut disebutkan keluar dan masuk ke Anambas kini wajib melengkapi diri dengan surat/sertifikat vaksin COVID-19 minimal dosis pertama, diwajibkan bagi PPDN berusia di atas 12 tahun, tidak/belum divaksin dengan alasan medis, maka wajib melengkapi diri dengan surat keterangan dari dokter.

Selain itu aturan perjalanan itu mewajibkan penumpang maupun kru/awak kapal penumpang dan kapal kargo/barang untuk selalu menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

“Bagi penumpang maupun kru/awak kapal penumpang dan kapal kargo/barang yang melaksanakan perjalanan keluar dan masuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, jika menggunakan transportasi laut wajib melengkapi diri dengan kartu atau sertifikat vaksin COVID-19 minimal dosis pertama, sertifikat vaksin berusia di atas 12 tahun. Apabila tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, maka wajib melengkapi diri dengan surat keterangan dari dokter,” ujar Bupati Abdul Haris.

Kemudian, penumpang maupun kru/awak kapal penumpang dan kapal kargo/barang wajib melaksanakan pengecekan suhu tubuh sebelum melakukan perjalanan. Suhu di atas 38 derajat celcius atau suspek COVID-19 tak diperkenankan melakukan perjalanan.

“Selain kartu atau sertifikat vaksin COVID-19 juga wajib membawa surat hasil negatif tes swab Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang diambil kurun waktu 2×24 jam, atau hasil negatif tes antigen 1×24 jam, penumpang juga wajib mengisi e-HAC dengan benar dan jujur. Bagi pengguna transportasi udara, ketentuannya sama dengan transportasi laut,” ucapnya.

Selanjutnya, ketentuan bagi PPDN antar pulau di dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan menggunakan moda transportasi laut wajib melaksanakan pengecekan suhu tubuh sebelum melaksanakan perjalanan, serta bagi calon PPDN yang memiliki suhu tubuh di atas 38ºC dan/atau memiliki gejala suspek COVID-19 tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan.

“Bagi pengguna moda transportasi darat, persyaratannya juga sama. Kecuali PPDN dengan transportasi darat tak perlu membawa kartu vaksin, hasil tes RT PCR atau antigen, serta tak perlu mengisi e-HAC,” imbuhnya.

Aturan tersebut juga berlaku bagi kru atau awak kapal penumpang, kapal barang dan pesawat udara yang keluar dan masuk ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain itu, kapasitas penumpang juga dibatasi hanya boleh 60 persen.

Operator moda transportasi umum laut wajib melakukan pengaturan sirkulasi udara, serta membatasi pemenuhan kapasitas penumpang sebesar 60 persen kapasitas normal melalui pengaturan tempat duduk sesuai protokol kesehatan pada saat perjalanan moda transportasi umum laut yang menjadi tanggungjawabnya.

“Selain itu, operator transportasi umum wajib melaksanakan serta mematuhi ketentuan operasional sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan,” tambahnya.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH juga berharap kepada seluruh pihak terkait (TNI/POLRI, OPD terkait, instansi vertikal terkait, dan otoritas penyelenggara transportasi umum) agar dapat saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam melaksanakan pengawasan, pengamanan, pengendalian, dan pemeriksaan dokumen kesehatan pelaku perjalanan di pintu masuk wilayah dengan berpedoman pada surat edaran ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, saya harapkan seluruh pimpinan instansi, camat, lurah, dan kepala desa dapat menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh jajaran dan masyarakat Kepulauan Anambas,” harapnya.

Terakhir ia berharap surat edaran ini menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Atas perhatian dan kerjasama seluruh pihak diucapkan terima kasih,” tutupnya. (MK/Darwin)

Print Friendly, PDF & Email