Ini Petunjuk Perayaan Idul Adha di Kabupaten Karimun

Suasana rapat. (F:ist)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Rapat persiapan pelaksanaan solat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban digelar di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Jumat (9/7/2021).

Rapat tersebut dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si., Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, M.Si., Sekda Karimun Muhd. Firmansyah, M.Si, forkopimda, FKPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Rapat tersebut digelar menanggapi surat instruksi Menteri Dalam Negeri, sejalan dengan tausiah MUI dan juga surat edaran Menteri Agama tentang pelaksanaan solat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Sehubungan dengan status Kabupaten Karimun adalah kabupaten dengan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 artinya PPKM di Kabupaten Karimun bukan kondisi darurat tetapi secara mikro. maka pemerintah Kabupaten Karimun menetapkan hasil rapat yaitu:

1. Pelaksanaan takbir keliling ditiadakan, untuk pelaksanaan takbir hanya boleh dilakukan di masjid atau surau dengan tidak mengumpulkan massa, pembatsan jamaah dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

2. Pelaksanaan solat Idul Adha termasuk solat lima waktu dan ibadah lainnya diperbolehkan di masjid atau surau dan lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat seperti:
– Melakukan pengecekan suhu
– Mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer
– Menggunakan masker dengan benar dan tepat
– Menjaga jarak dan menjauhi kontak fisik
– Membawa perlengkapan ibadah masing-masing
– Berasal dari warga setempat
– Disarankan tidak dalam kondisi hamil atau menyususi
– Tidak atau baru kembali dari perjalanan luar kota
– Tidak sedang menjalankan isolasi mandiri
– Tidak berkerumunan sebelum maupun setelah beribadah
– Dalam kondisi sehat.

3. Petugas penyembelih hewan kurban diutamakan telah mendapatkan vaksinasi atau bersedia dilakukan rapid test antigen yang difasilitasi oleh pengurus masjid atau panitia kurban dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

4. Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, diawasi oleh satgas kabupaten sampai kecamatan, kelurahan atau desa dan RT/RW dengan melibatkan TNI-Polri

5. Pelaksanaan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat, panitia diminta untuk mengatur jadwal sehingga tidak terjadi kerumunan atau panitia langsung yang menggantar kepada masyarakat yang menerima. (mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email