Pembawa 2 Kg Sabu dan Puluhan Pil Ectasy dari Malaysia Berhasil Diamankan Polres Bintan

Suasana keterangan pers. (f:ist)

BINTAN (marwahkepri.com) – Polres Bintan telah menangkap seorang laki-laki asal Lombok berinisial SU (34) di pelabuhan tikus yang biasa disebut Pelabuhan Gentong yang terletak di Pasar Baru Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Sabtu (10/7/2021).

Adapun modus operandi yang dilakukan adalah membawa narkotika jenis sabu dengan dililitkan di kedua paha menggunakan lakban, sedangkan pil ectasy disimpan didalam celananya. Pada saat ditangkap tersangka sedang berjalan kaki disekitaran Tanah Kuning dengan gerak-gerik yang mencurigakan sehingga membuat petugas harus menggeledah dirinya.

Setelah ditemukan barang bukti dan tersangka dibawa ke Mako Polair Polres Bintan di Tanjung Uban kemudian dibawa ke Polres Bintan untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui hanya disuruh membawa narkotika jenis sabu dan pil ectasy tersebut oleh JO warga kenegaraan Indonesia namun saat ini sedang berdomisi di Malaysia dan juga sama-sama berasal dari Lombok.

Tersangka mau membawa narkotika tersebut karena dijanjikan oleh saudara JO akan diberi uang sebesar Rp. 9 juta sebagai pelunasan hutang tersangka SU kepada G)di Lombok dan segala biaya operasional tersangka ditanggung oleh G yang saat ini sedang berada di Lombok.

Total uang yang akan diterima tersangka sebesar sekitar Rp. 15 juta.

Tersangka merupakan PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal di Malaysia yang sudah bekerja selama hampir sebulan dan akan pulang kampung ke Lombok dikarenakan istri tersangka sedang sakit sehingga membutuhkan biaya untuk perobatan.

Karena tersangka tidak memiliki biaya sehingga ia pun tergiur dengan iming-iming JO, namun sebelum barang tersebut sampai ke tujuan tersangka sudah tertangkap oleh personel Polres Bintan.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 2 bungkus narkotika jenis sabu yang masing-masing seberat 1 kg ditambah dengan 49 butir pil ectasy.

Saat ini tersangka masih ditahan di Rutan Polres Bintan dengan perkara UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu Pasal 114 Ayat (2) dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 Tahun dan Pasal 112 Ayat (2), Pasal 113 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk saat ini JO dan G masih dalam pengejaran pihak kepolisian Polres Bintan. (L/M)

Print Friendly, PDF & Email