Ketua Indonesian Youth Congress (IYC) Menduga adanya Pelanggaran PPKM Mikro di Batam

Dragon KTV dan F1 Pub Nekat Buka Sampai Pagi saat PPKM Mikro

BATAM (marwahkepri.com) – Sejumlah tempat hiburan malam di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), diduga nekat beraktivitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang  diterapkan Pemko.

Salah satunya Grand Dragon PUB dan KTV, tempat hiburan malam yang beralamat di Batam City Hotel, Penuin, Kota Batam ini diduga  masih tetap beroperasi hingga dini hari, padahal Wali Kota Batam, Rudi, telah menerbitkan aturan yang membatasi jam operasional hanya sampai pada pukul 20.00 WIB.

Namun, suasana yang kontras terasa di lantai 2 dan 3, dimana Dragon PUB dan KTV berada. Sayup-sayup terdengar suara musik dari bilik kamar saat keluar dari pintu lift.

Sekali lagi, di lantai ini juga tidak ada pemeriksaan suhu bagi para pengunjung. Senyuman resepsionis menyambut Ketua Indonesian Youth Congress (IYC) Sofian saat melewati meja.

Sofian mengatakan, keduanya diduga Dragon KTV di City Hotel Penuin dan F1 KTV di Jodoh. Ratusan orang terlihat di sebuah pub tumpah ruang berpesta, akhirnya pun sampai di bilik yang telah mereka pesan, ruangan yang cukup luas, dengan interior yang cukup mewah.

Ada dua buah LED TV di depan, dan sebuah layar untuk karaoke. Salah satu TV digunakan untuk memilih lagu, dan satu TV digunakan untuk bermain judi pingpong.

“Ya, pingpong inilah yang menjadi magnet bagi para tamu untuk mengunjungi Grand Dragon PUB dan KTV,”ujar Sofian Rabu (8/7/2021).

Salah seorang pemain yang mengundang Ketua DPW IYC KEPRI Sofian ke tempat ini mengatakan, di Grand Dragon PUB dan KTV relatif aman dari pantauan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Batam dan sangat aman dari pantauan pihak berwajib terkait perjudian yang disediakan oleh manajemen.

“Tenang saja, bro. Disini aman dan nyaman. Tidak akan ada razia,” kata dia, kepada Ketua DPW Indonesian Youth Congress (IYC) Kepri Sofian.

Padahal, Kepri khususnya Kota Batam termasuk salah satu daerah yang diperintahkan pemerintah pusat untuk menerapkan PPKM mikro.

Pembatasan sosial pun dilakukan, mulai dari warung kaki lima hingga mall ditutup lebih cepat, maksimal jam 20:00 WIB malam. Bahkan terbaru, mall diminta untuk tutup lebih cepat yakni jam 17.00 WIB. Tempat ibadah pun dibatasi melakukan kegiatan keagamaan atau ibadah.

Hal ini terkait soal Batam yang berstatus zona merah dan angka terkonfirmasi positif semakin meningkat. Dari sejumlah video yang beredar, ternyata masih banyak lokasi-lokasi yang tak mengindahkan PPKM.

“F1 kita di sana sampai jam setengah 5 pagi,” ujar seorang pengunjung F1 kepada ketua IYD.

Di dalam video yang beredar terlihat sebuah tempat hiburan di Jodoh, masih terus beraktivitas. Ratusan orang terlihat dalam sebuah hal. Warga Batam pun memprotes masih beroperasinya tempat-tempat hiburan tersebut di saat petugas menegakkan aturan.

“Tidak menghargai petugas yang di lapangan. Kenapa pedagang kaki lima disuruh tutup cepat, tapi ini buka sampai pagi,” ujar Surya, seorang warga Batam.(mk/mun/sof)

Print Friendly, PDF & Email