Kepala PLN: Begini Cara Agar Mendapatkan Lampu Penerangan Jalan

Ilustrasi. (F:net)

NATUNA (marwahkepri.com) – Salah seorang Warga Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Andri mengatakan isi token pulsa PLN tidak sesuai dengan nominal pembelian.

“Ya, karena pulsa PLN yang kita beli Rp 50 ribu yang terisi tidak sampai Rp 50 ribu, katanya sudah dipotong pajak untuk penerangan jalan, namun sejauh ini masih banyak jalan atau gang di Batu Hitam ini masih gelap di malam hari,” cetus lelaki yang biasa disapa Aan ini.

Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ranai, Kabupaten Natuna, Boni Sofianto di tempat terpisah membenarkan keluhan tersebut. Kata Boni itu merupakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ), dimana besaran persen pajaknya sesuai peraturan daerah (perda) kabupaten masing-masing.

Terkait lampu penerangan jalan Boni berucap, pengadaan dan penambahan lampu jalan di bawah Dinas Pertamanan.

Namun terlebih dahulu masyarakat harus mengusulkan ke RT, RW dan desa/lurah, lalu disampaikan ke kecamatan. Jika mendapat persetujuan, dinas terkait akan mengajukan penambahan daya lampu jalan ke PLN.

“Kami butuh titik-titik penambahannya, untuk peta lampu jalan. Dan berkala kami cek jumlah nya,” imbuh Boni.

Jika disetujui, maka dinas tersebut baru diperbolehkan untuk pemasangan lampu jalan yang baru sesuai daya yang diajukan ke PLN.

“Contoh, jika satu lampu jalan 500 WAT, dan dinas mengajukan naik daya 5000 VA, maka lampu yang boleh dipasang 10 BH,” terang Boni kepada media ini, Minggu (4/7/2021) siang. (mk/zani)

Print Friendly, PDF & Email