Pencegahan Stunting Dimulai dari Keluarga, Ini Kata Ketua PKK Kepri

Suasana video conference. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menargetkan dan bertekad Kepulauan Riau harus berhasil pada angka zero (nol) stunting pada tahun 2024. Target optimis tersebut bisa dicapai mengingat Kepulauan Riau berhasil menurunkan angka stunting 16 persen pada tahun 2019 kemarin.

Tekad yang sama juga diungkapkan Ketua PKK Kepri Hj Dewi Kumalasari. Stunting, lanjut Dewi menjadi perhatian serius baginya. Stunting tidak hanya menghambat tumbuh kembang anak karena kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama tetapi juga bisa menghambat kemajuan pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.

“Untuk itu berbagai program terus kami gesa mulai dari pendampingan, gerakan makan ikan, dan kampanye jangan nikah usia muda, jangan dekat jarak kelahiran dan jangan lahiran di usia tua,” jelas Dewi.

Hal tersebut diungkapkannya usai mengikuti acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021, sekaligus peluncuran vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui serta anak 12-18 tahun, Selasa (29//6/2021) secara daring di Graha Kepri Batam. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin.

Menurut Dewi, target kampanye pencegahannya difokuskan pada pulau-pulau terdepan dan terluar. Stunting (kerdil) adalah gagal tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama.

Saat ini, Kepulauan Riau menjadi provinsi terbaik kedua kasus stuntingnya setelah Bali. Karena itu, dengan peran semua pihak, target zero stunting bisa dicapai.

Wapres Ma’ruf dalam sambutannya menyampaikan peringatan Harganas dilakukan pemerintah sebagai usaha untuk mengingatkan masyarakat bahwa pentingnya peran keluarga.

“Semua program stunting dan program pembangunan lainnya tidak akan berhasil jika tidak dibantu dari keluarga,” ungkap Wapres Ma’ruf.

Untuk pengendalian stunting di seluruh Indonesia, BKKBN diminta untuk terlibat aktif dan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi, organisasi sosial kemasyarakatan.

Semua layanan di lapangan yang dibuat untuk pengendalian stunting harus tepat sasaran dan harus dirasakan langsung bagi sekelompok masyarakat yang menjadi target. Wapres menyebutkan target pemerintah, percepatan penurunan stunting bisa mencapai 14 persen pada tahun 2024.

Wapres juga menegaskan kepada seluruh keluarga, meski pandemi tengah berlangsung pemerintah memastikan layanan gizi ibu hamil dan balita tetap terpenuhi.

Tidak lupa juga meminta setiap keluarga berperan aktif dalam menerapkan kedisiplinan 5 M selama masa pandemi. Mengajak setiap keluarga untuk membantu suksesnya pelaksanaan vaksinasi sesuai target presiden yakni 1-2 juta vaksinasi sehari, termasuk vaksinasi pada ibu hamil menyusui dan anak usia 12-18 tahun.

Terakhir wapres meminta setiap keluarga untuk tidak berputus asa dalam melewati pandemi COVID-19 ini.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menyebutkan Harganas diperingati secara nasional sebagai bentuk refleksi pentingnya institusi terkecil dalam suatu masyarakat yakni keluarga.

“Suatu bangsa atau masyarakat luas tidak akan memiliki populasi yang produktif jika keluarganya tidak berkualitas. Hal itu karena generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kreatif dan produktif  akan lahir dari keluarga yang berkualitas. Maka itu, selain aspek jasmani, anak-anak dalam sebuah keluarga juga dibekali dengan pendidikan yang berkualitas sebagai modal membangun bangsa,” katanya. (hum/adv)

Print Friendly, PDF & Email