Kabid PPPA Natuna Ajak Orangtua Dengarkan Cerita Anak

Kabid PPPA Kabupaten Natuna, Yuli Ramadhanita. (F:ist)

NATUNA (marwahkepri.com) – Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Natuna, Yuli Ramadhanita mengatakan program desa ramah perempuan dan desa peduli anak merupakan hasil dari program Menteri Desa dan Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Hal itu diungkapkannya usai menghadiri kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar oleh BPOM Provinsi, di Kantor Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (24/6/2021).

Saat ditanyai lebih lanjut, wanita yang lebih akrab disapa Nita ini berujar, terkait tema pada kegiatan hari ini tentang keamanan pangan desa.

Oleh karenanya, hendaklah orangtua khususnya ibu-ibu bisa sepenuhnya memperhatikan makanan terhadap anak-anak dengan gizi seimbang, bersih dan sehat.

“Pastikan jajan di tempat yang higienis agar anak-anak sehat jasmani, sehingga mereka dapat tumbuh kembang dengan sempurna,” ungkap Nita, 

Selain itu sambung Nita, pihaknya juga menitip anak-anak yang ada di Natuna ke semua orangtua, agar bisa diberikan kasih sayang yang mereka butuhkan.

“Orang tua pastikan mendengar cerita anak-anak minimal 20 menit setiap harinya agar bisa mengetahui apa saja yang sudah mereka alami selama satu hari, hal ini bisa meminimalisir persoalan anak-anak,” pinta Nita.

Sejauh ini pihaknya telah memprogramkan ke beberapa desa yang ada di Kabupaten Natua seperti di Desa Air Lengit dan Semedang.

“Hal ini bisa kita lakukan dengan syarat RPJMDES mereka sudah memuat isu-isu tentang perempuan dan anak, seperti Air Lengit kemarin kita kawal penyusunan RPJMDES mereka dengan terlebih dahulu melakukan musyawarah khusus perempuan,” imbuhnya

Nita menambahkan, ini tidak menutup kemungkinan desa lain akan menjadi target selanjutnya untuk melakukan program yang sama.

Selain itu tentunya harus ada komitmen yang kuat dari kepala desa itu sendiri, sebab dari dinas terkait sudah berupaya untuk menstimulasi dari desa ke desa.

“Dengan cara meminta kepada desa untuk melihat kondisi persoalan perempuan dan anak yang ada di desa masing-masing,” tandasnya.(mk/zani)

Print Friendly, PDF & Email