Sistem Pelayanan Disdukcapil Tanjungpinang Satu Jam Siap

Kepala Disdukcapil Tanjungpinang Irianto, SH, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/6/2021). (F:ist)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang dalam melayani pembuatan E-KTP hingga saat ini tidak mengalami masalah. Bahkan perekaman E-KTP di Tanjungpinang sudah di atas rata-rata tingkat nasional dengan nilai 99.80 persen.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Disdukcapil Tanjungpinang Irianto, SH, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/6/2021). Pria ramah ini mengatakan, pelayanan kita sepakat dalam satu jam sudah selesai dan terbukti tidak sampai satu jam kepengurusan selesai.

“Saya pernah diminta presentasi kepada tim dari pusat tentang pelayanan publik apa yang sudah dilakukan oleh Kadis Dukcapil Tanjungpinang dan saya jelaskan akan melakukan perubahan pelayanan satu jam jadi. Pada saat membuktikan saya memanggil anak buah saya langsung menanyakan kepada mereka mulai dari menerima berkas dari masyarakat hingga selesai percetakan tidak sampai satu jam selesai,” ungkapnya.

Yang membuat lama adalah antrian dalam sehari saja ratusan masyarakat datang untuk mengurus berkas kependudukan maupun pencatatan sipil. Untuk prosesnya sudah terbukti bahwa satu jam kepengurusannya siap.

“Permasalahan yang berat itu datangnya dari masyarakat sendiri karena dokumennya tidak terpenuhi contohnya bikin KTP 2 tahun tidak jadi, macam mana mau jadi orang duplikat,” ringkasnya

Ditambahkan Irianto, hal tersebut ada pengecualian.

“Kecuali kita pindah data dari tempat asal ke Tanjungpinang, menghapus data saja tidak segampang membalikkan telapak tangan tentu harus ada surat resmi dikirimkan ke dirjen dan itupun tidak membutuhkan waktu lama, setelah ada perintah dari pusat barulah kita membuat satu dokumen pernyataan data baru,” terangnya lagi.

Ketika disinggung terkait Aplikasi Si Kancil (Sistem Informasi Kependudukan dan Catatan Sipil) yang tidak bisa diakses, katanya sementara waktu ini ditutup untuk menghindari kebocoran data.

“Aplikasi si Kancil kita tutup sementara karena menggunakan internet biasa dikhawatirkan bisa diretas dan terjadi kebocoran data, oleh karena itu kita menunggu upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pusat untuk pengamanan data. Apabila masyarakat ingin mengurus KTP, KK ataupun lainnya silahkan datang ke kantor dengan membawa persyaratan yang lengkap. Jika datanya tidak terbaca berarti data tersebut tidak diupdate selama 4 tahun maka akan diblok ini merupakan sanksi dari pusat,” pungkasnya. (L/M)

Print Friendly, PDF & Email