PLBN Serasan Diharapkan jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Perbatasan

Foto:net

JAKARTA (marwahkepri.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan proses pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna selesai pada 27 Februari 2022.

Konstruksi PLBN sudah mulai dikerjakan pada 5 November 2020. Saat ini, progres pembangunannya mencapai 31,02 persen. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap PLBN kelak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan atau daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Basuki melalui keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

Basuki mengatakan, pembangunan PLBN sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Selain pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan, PLBN juga berfungsi sebagai pertahanan keamanan negara.

Menurut Basuki, PLBN Terpadu Serasan merupakan pos lintas batas negara yang berada di laut, sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan laut.

“Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan perlu perhatian khusus namun tetap memperhatikan regulasi bangunan gedung negara dan bangunan gedung hijau sehingga memudahkan dalam operasional dan pemeliharaannya,” ujarnya.

PLBN Terpadu Serasan merupakan beranda terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, serta Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur. PLBN ini berjarak sekitar 536,61 kilometer dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang.

Ke depan, pembangunan kawasan perbatasan PLBN Terpadu Serasan tidak hanya berupa pos lintas batas saja, tetapi juga akan dikembangkan kantor syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut.

Adapun total nilai kontrak pembangunan PLBN Serasan mencapai Rp 133,1 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020-2022. (mk/kom)

Print Friendly, PDF & Email