Ketua Dewan Pertimbangan IDI Minta Pemerintah Lakukan Lockdown

Ilustrasi.(F:net)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban menyarankan pemerintah melakukan lockdown minimal dalam dua pekan.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan untuk memperlambat laju penyebaran COVID-19 dan menyelamatkan fasilitas kesehatan dari ancaman kolaps. 

“Lockdown yang ideal tentu lockdown yang ketat dengan pendisiplinan. Artinya ada yang menjaga agar aturan dipatuhi,” kata Prof Zubairi kepada merdeka.com, Selasa (22/6/2021).

Dia menjelaskan, ada banyak hal yang harus dibatasi selama penerapan lockdown di Indonesia. Di antaranya, perpustakaan, sekolah, tempat rekreasi, tempat olahraga gym, salon, hotel, klub malam hingga kasino ditutup.

“Pertemuan publik untuk rapat atau apa pun tatap muka ditiadakan. Untuk restoran, kafe hanya untuk take away,” ujarnya.

Aktivitas warga juga harus dibatasi. Jika warga terpaksa keluar dari rumah, jarak maksimal hanya 10 km dan jam malam dibatasi. Namun, aturan ini dikecualikan bagi tenaga kesehatan yang bertugas melayani pasien di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit.

“Untuk aturan di rumah misalnya tidak boleh ada orang yang masuk ke dalam rumah, artinya rumah tidak menerima tamu,” sambung dia.

Khusus aktivitas ibadah, menurut Prof Zubairi, selama lockdown diterapkan sebaiknya dilaksanakan di rumah masing-masing. Sementara pesta pernikahan atau pemakaman diperbolehkan dengan syarat tidak dihadiri lebih dari 10 orang.

Adapun lokasi yang diizinkan tetap beroperasi selama lockdown adalah supermarket, toko makanan, bank, apotek dan pompa bensin. Pengoperasional sejumlah tempat ini harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Syarat lain tetap jalan misalnya pakai masker, sering cuci tangan, jangan kumpul bareng dijalankan,” tuturnya.(mk/l6)

Print Friendly, PDF & Email