Pelaku UMKM Terima BPUM, Sertifikat Halal, dan Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu penerima. (F:ist)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Kementerian Koperasi, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepri, Bank BRI cabang Tanjung Balai Karimun, BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Balai Karimun, dan Pemerintah Kabupaten Karimun, melaksanakan acara penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM fasilitasi BPJPH Kementerian Agama RI dan lenyerahan Program Bantuan Produktif Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 yang disejalankan pula dengan penyerahan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku UMKM di Gedung Nasional Karimun, Jumat (18/6/2021).

Kakanwil Kemenag Kepri Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I mengatakan sampai hari ini total 404 pelaku UMKM di Kepri yang sudah menerima sertifikat halal dari BPJPH.

Ia pun menargetkan untuk tahun ini 500 UMKM yang akan difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat produk halal.

“Masih ada 157 UMKM yang masih menunggu sertifikat halalnya keluar, dan hari ini untuk Kabupaten Karimun kita menyerahkan sebanyak 24 pelaku UMKM,” ungkap Daryanto.

“Kami mengharapkan dengan melalui sertifikasi ini, kita yang bersebelahan dengan negara tetangga dapat menebus pasar global,” tambahnya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan bahwa pemerintah juga masih mengusulkan sebanyak 2.715 pelaku UMKM yang belum mendapatkan sertifikat halal, pelaku UMKM yang ada di kabupaten Karimun lebih dari 12.000, sisanya sedang proses menyelesaikan administrasi.

Bupati Karimun juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama yang telah menyerahkan sertifikat halal kepada 24 pelaku UMKM di Kabupaten Karimun.

“Terimakasih juga kepada pemerintah pusat melalu BRI yang telah menyerahkan bantuan stimulus kepada 3.956 pelaku UMKM dimana setiap pelaku UMKM di berikan bantuan sebesar Rp 1,2 juta,” ujar Bupati Karimun.

“Dan kami juga berterimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan santunan kepada pelaku UMKM sebanyak Rp 42 juta setiap per kepala keluarga yang mengalami kematian,” tambahnya. (mk/sal)

Print Friendly, PDF & Email