Kepenghuluan Bagan Jawa Gelar Sosialisasi dan Edukasi COVID-19

Suasana kegiatan. (F:ist)

BAGANSIAPIAPI (marwahkepri.com) – Kepenghuluan Bagan Jawa melaksanakan sosialisasi dan edukasi pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 di kantor penghulu jalan Bintang Bagansiapiapi, Selasa (15/06/2021).

Edukasi ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami tentang vaksinasi COVID-19 sehingga menepis isu-isu negatif tentang vaksin COVID-19 tersebut. Wilayah Kepenghuluan Bagan Jawa memiliki posko kampung tangguh di tiga lokasi. Demikian hal ini disampaikan oleh penghulu Bagan Jawa, Markasim, SE. Hadir saat itu tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, seluruh ketua RT, ketua RW, kadis dan tokoh agama.

“Posko kampung tangguh di wilayah kami ada tiga diantaranya di Jalan Satria Tangko, Balai Desa dan di depan kantor penghulu Bagan Jawa,” tuturnya ketika ditemui jurnalis.

Dalam kesempatan inj dilaksanakan pembagian ember di masing-masing RT. Wilayah kepenghuluan Bagan Jawa terdapat sebanyak 31 RT. Bahkan kedepan juga ada baju sebagai program yang ditangani oleh bendahara penghulu Bagan Jawa.

Kemudian itu, penghulu Bagan Jawa ini mengatakan pada saat sosialisasi dan edukasi pencegahan dan penanganan COVID-19 ini sebagai narasumbernya dr Erwinto.

Dikatakan penghulu Bagan Jawa ini, sosialisasi dan edukasi ini bertujuan agar masyarakat taat dan patuh apa yang dianjurkan saat pandemi COVID-19 ini. Tentunya masyarakat juga tidak akan ragu untuk melaksanakan aturan protokol kesehatan dan suntik vaksin COVID-19.

“Dengan sosialisasi ini masyarakat akan memahami kondisi saat ini sehingga akan menyebar luaskan edukasi ini kepada sanak keluarga dan warga sekitarnya tentang vaksin COVID-19,” ujarnya.

Kata ia, warga jika ingin melaksanakan vaksin agar membawa KTP ke Puskesmas Jalan Jambu Bagansiapiapi untuk dicek kondisi kesehatannya. Hal ini disebabkan adanya isu hal hal negatif terhadap kondisi hipertensi (darah tinggi).

“Alhamdulillah dengan edukasi yang disampaikan dr Erwinto maka masyarakat akan memahaminya,” tutur Markasim.

Tambahnya, sebelum memberikan vaksin tentunya para petugas kesehatan terlebih dahulu memeriksa kondisi pasiennya. 

“Para petugas kesehatan telah menjalani pendidikan yang tentunya sebelum memberikan suntikan vaksin pasien terlebih dahulu cek kondisi pasien apakah ada penyakit lain di tubuh pasien,” katanya.

Dikatakannya pihak penghulu juga akan membagikan masker kepada warga sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ucapnya. (mk/Noval)

Print Friendly, PDF & Email