Oleh Belanda, Batam Dijadikan Pemasok Kebutuhan Pokok bagi Singapura

Old Singapore: cdn.com

Letak yang strategis, dekat dengan Singapura yang merupakan pelabuhan besar dunia waktu itu, dan dilalui jalur perdagangan antara bangsa, menjadikan Batam sebagai daerah yang dilirik oleh kaum imperialis yang datang ke Indonesia.

Meski kondisi tahanya tidak terlalu subur, kolonial Belanda melihat Batam karena letaknya yang strategis masih bisa dimanfaatkan untuk daerah perkebunan.

Belanda menyuruh penduduk Batam menanam tanaman yang laku di dunia masa itu. Saat di pasaran dunia merica sedang laku keras, Belanda menyuruh penduduk menanam merica.

Begitu harga merica turun, dan harga komoditas lain naik, Belanda menyuruh penduduk menanam sesuai dengan kebutuhan dagang internasional, seperti kelapa, gambir, kopi, buah-buahan, sayuran, serta rempah. Ketika itu, rempah-rempah adalah yang laku di pasar dunia sejak berabad-abad.

Merica ini dibawa dan dijual pedagang ke Singapura. Waktu itu, Singapura sudah menjadi pelabuhan dan kota perdagangan tersibuk di Asia. Hampir semua komoditas perdagangan harus melalui kota yang didirikan Raffles tersebut.

Negara-negara lain di Asia juga banyak membawa rempah-rempah dan barang dagangan lainnya ke Singapura. Berbagai hasil perkebunan Indonesia, termasuk dari Batam juga masuk ke Singapura. ~ MN Tahar

Print Friendly, PDF & Email