Dijanjikan Upah hingga Rp 6 Juta per Bulan, 30 Pekerja dari Lombok Hampir jadi PMI Ilegal

Suasana konferensi pers. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Sebanyak 30 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil diselamatkan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Para pekerja yang terdiri dari 29 orang laki-laki dan 1 orang perempuan tersebut rencananya akan dikirim ke luar negeri dengan cara ilegal oleh tersangka berinisial SH alias S dan F alias H yang berperan sebagai pengurus.

Hal tersebut disampaikan oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik., didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si saat konferensi pers di Polda Kepri, Senin (7/6/2021).

“Pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat yang menyebut ada beberapa orang calon PMI ilegal yang berada di Kampung Simpangan kilometer 16 Bintan akan diberangkatkan untuk bekerja di negara Malaysia. Mengetahui hal tersebut tim langsung melakukan penyelidikan di Kampung Simpangan kilometer 16 Bintan dan memukan adanya 30 orang calon PMI ilegal asal Lombok yang telah direkrut oleh pelaku dan sedang dilakukan proses pengurusan keberangkatannya,” jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Pelaku tambahnya, menawarkan pekerjaan di negara Malaysia sebagai pekerja kebun sayur dan pekerjaan lainnya dengan menjanjikan penghasilan paling kecil perbulannya sebesar Rp 4,5 juta hingga Rp 6 juta, sehingga para korban merasa tergiur dan percaya atas apa yang telah dijanjikan oleh pelaku tanpa mengetahui bagaimana prosedur keberangkatan yang resmi untuk dapat bekerja di negara Malaysia sebagai pekerja migran Indonesia.

″Penangkapan terhadap pelaku berawal pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2020 sekira Jam 15.30 WIB, Tim dari Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka inisial SH alias S di rumah kontrakan tersangka yang beralamat di Perum Air Raja, Kota Tanjungpinang, dan diwaktu yang hampir bersamaan tim juga berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka inisial F alias H yang saat itu tersangka berada tempat tinggalnya yang beralamat di kilometer 16 Kecamatan Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan, penelitian dokumen dan pengembangan perkara,” tambahnya.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah uang sejumlah Rp 7,8 juta, handphone merek Samsung A50S warna hitam, handphone Nokia warna hitam, buku catatan PMI yang telah dikirim ke negara Malaysia, tiket boarding pass calon PMI sejumlah 2 tiket dan surat keterangan pemeriksaan covid sebanyak 2 lembar.

″Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 81 dan pasal 83 Undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 15 miliar,” tutupnya. (mk/ril)

Print Friendly, PDF & Email