Bangkit di Tengah Pandemi, Film Batam “Arumi Night is Blue” Gelar Gala Premier

Je Yatmoko, sutradara, produser dan penulis film Arumi Night is Blue

BATAM (marwahkepri.com) – Di tengah kondisi dunia yang sedang menghadapi pandemic, banyak sekali sektor yang terkena imbas. Salah satunya adalah industri perfilman Indonesia.

Banyak sekali gedung bioskop yang tutup dan produksi film sempat terhenti. Namun dengan kondisi yang masih belum ada kepastian ini, film Arumi Night is Blue hadir ditengah masyarakat mencoba memberikan alternative tontonan dan berusaha bangkit ditengah situasi ini.

Film Arumi, Night Is Blue merupakan film kedua yang diproduksi oleh Zettamind Studios yang berlokasi di Batam.

Film ini ditulis, disutradarai dan diproduseri oleh Je Yatmoko sineas yang sebelumnya juga pernah memproduseri film Ramlie Oii Ramlie di tahun 2019, film ini mengambil lokasi sepenuhnya di kota Batam, Kepulauan Riau.

Masyarakat tampak antusias membeli tiket film Arumi Night is Blue

Sebelum tayang di bioskop mulai 10 Juni 2021, Je mengatakan film Arumi Night Is Blue sempat diputar di Lift Off Global Network Film Festival dalam bagian First-Time Filmaker Session. Selain itu juga film ini berhasil masuk sebagai Official Selection dalam TFM International Film Festival yang berbasis di India. Pencapaian ini tentu saja menjadi sebuah kebanggan bagi para kru dan pemain serta menjadi motivasi mereka dalam berkarya kedepannya.

Je juga merekrut anak-anak Batam sebagai crew dan pemain lokal Batam diantaranya Tania Ngesta, Adam Radja, Dian
Pratama, Diky Wijaya dan Vira Respaty, film ini rencananya juga akan ditayangkan dibeberapa kota di Indonesia seperti Batam, Pekanbaru, Cilacap, Kroya dan Sengkang Sulawesi Selatan dan menyusul kota-kota lain.

Film ini mengusung genre drama berikut synopsis film Arumi, Night Is Blue. Ditengah prahara di dalam keluarga dan hubungan dengan kekasihnya yang tengah memburuk, malam itu Arumi disadarkan pada Juna rekan kerjanya mampu memberi penawar kekecewaan dan mengobati rasa sedih yang dia alami. Mereka menghabiskan malam yang biru itu, satu malam yang akan menjadi penentu hubungan di masa depan diantara mereka.

Persiapan Produksi

Je Yatmoko mengatakan persiapan produksi dimulai dari bulan Februari tahun 2020 lalu, saat itu dia mulai menulis ide cerita draf 1 selama 2 minggu.

“Awal pandemi sering di rumah, jadi waktu itu digunakan untuk menulis ide cerita ini. Satu bulanlah sampai draft terakhir selesai,”kata Moko saat menggelar Gala Priemer film Arumi Night is Blue di CGV Grand Mall Batam, Minggu (6/6/2021).

Selain itu, Je juga menghabiskan waktu sekitar 1 bulan untuk mencari crew dan artis yang akan memainkan film tersebut.

“Kemudian kita mencari lokasi, reading dan lain-lain sekitar 5 bulanan. Setelah itu syuting selama 3 minggu,”kata Je.

Je berujar, seluruh pengambilan gambar juga dilakukan di Batam dan beberapa tempat wisata yang terkenal seperti Kampung Bule dan Kepri Coral.

“Total untuk membuat film ini 1 tahun 3 bulan,”terangnya.

Sementara itu, Adam yang berperan sebagai Juna mengatakan saat menerima peran itu, dia tidak terlalu mengalami kesulitan karena karakter yang ia mainkan tidak berbeda jauh dari karakter alaminya. 

“Peran ini mirip dengan karakterku, tinggal menyesuaikan saja,”kata Adam dengan gelak tawa.

Hal yang sama juga dikatakan Tania yang berperan sebagai Arumi, menurut dia, Je sangat paham dalam mencari pameran yang akan memainkan tokoh di filmnya, sehingga pemain tidak terlalu sulit lagi untuk berlakon.

“Ini film perdana saya, dan saya mesti belajar lebih banyak lagi. Terimaksih untuk pak Moko yang telah memberikan saya kesempatan untuk memainkan karakter ini,”ungkap Arumi.

Dalam film tersebut, salah satu penonton mempertanyakan ending film yang menurut dia masih seperti misteri atau after credit, menanggapi hal tersebut, Je memang berharap ada sekuel dari film tersebut. Bahkan ia mengatakan ide ceritanya sudah ada di kepalanya.

“Jika film ini didukung oleh masyarakat, kita bisa berkarya lagi,”ungkapnya.

Film Arumi Night is Blue ini sudah mulai ditayangkan tanggal 10 Juni mendatang. Film lokal karya sineas Batam ini adalah salah satu bukti jika anak Batam juga berpotensi untuk bersaing dikancah nasional. Selain Je Yatmoko, diluar sana masih banyak sineas muda Batam yang berbakat dan butuh dukungan dari pemerintah untuk bisa berkarya.

“Dengan tayangnya film ini, kita berharap kawan-kawan yang lain juga tetap semangat untuk tetap berkarya ditengah lesunya industri perfilman ,”tutup Moko(mk/mun)

 

Print Friendly, PDF & Email