Penggusuran Rumah di Kampung Jabi Masih Tuai Polemik, DPRD Batam Minta RDP Lanjutan

Salah satu rumah di Kampung Jabi Kecamatan Nongsa yang digusur. (F:ist),

BATAM (marwahkepri.com) – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Yunus meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan digelar terkait penggusuran lima rumah di Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa beberapa waktu lalu. Pasalnya hingga saat ini, polemik terkait penggusuran di daerah tersebut belum menemui titik terang.

“Kami sedang meminta Komisi I untuk mengatur jadwal untuk RDP lanjutan,” ujar Yunus, Rabu (2/6/2021).

Tidak hanya itu, Yunus sendiri ikut mempertanyakan alasan penggusuran yang dilakukan. Apalagi sampai sekarang, pihaknya belum menerima informasi lanjutan setelah RDP pertama digelar akhir April lalu.

“Apakah di lapangan dengan masyarakatnya sudah selesai atau tidak, kami tidak tahu. Kalau memang untuk penggusuran, kenapa lima rumah itu saja. Alasannya apa juga belum tahu,” sesalnya.

Dijelaskannya, pada RDP pertama, instansi terkait telah mengakui kesalahannya. Mereka mengakui jika sejumlah oknum telah bertindak melebihi perintah atasan.

“Kalau dari hasil RDP kemarin, mereka mengaku bersalah karena sudah melebihi dari perintah,” ungkap Yunus.

Sedangkan untuk solusi yang muncul saat itu, Yunus menyebut jika warga meminta agar instansi terkait mengganti kerugian mereka.

“Kalau memang gantinya diberi lahan, lahannya dimana? Selama rumah belum siap, warga indekos. Biayanya bagaimana? Jawaban waktu itu mereka akan berkoordinasi dengan pimpinan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, penggusuran lima rumah milik warga di wilayah Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Senin (29/3/2021) lalu, berbuntut panjang. Pasalnya, hampir keseluruhan warga mengaku keberatan dengan tindakan tersebut. Mereka beranggapan, penggusuran dilakukan tanpa alasan jelas. (mk/tri)

Print Friendly, PDF & Email