Sekupang | Kisah Harimau Jadian dan Sungai Pembunuh

Ilustrasi: pixar.com

Kampung Tua Sekupang pertama kali dibuka pada tahun 1839. Daerah ini menurut hikayat ditempati pertama sekali oleh seorang petualang dari pulau Sumatera yang amat terkenal karena memiliki ilmu Harimau Jadian.

Harimau Jadian sendiri adalah semacam ilmu yang dapat mengubah pemiliknya menjadi seekor harimau yang ganas dan menguasai seni beladiri menyerupai gerakan seekor harimau. Ilmu ini sangat ditakuti dan biasanya diwariskan turun temurun.

Pada tahun 1920 – an dikabarkan pemilik ilmu Harimau Jadian ini telah lenyap tak berbekas. Setelah seorang bernama Muhammad Taha menempati bekas pemukiman mereka, ia menemukan sebuah pusara tua yang diyakini adalah makam orang Sumatera tersebut yang juga dikenal dengan nama Keramat Sekupang.

Dulunya Sekupang disebut sebagai Sungai Pembunuh karena kawasan ini pada zaman kerajaan Riau Lingga pernah dijadikan sebagai tempat untuk menghukum lanun yakni perompak atau bajak laut yang berhasil dikalahkan oleh tentara kerajaan.

Lanun – lanun yang ditangkap di perairan Kepulauan Riau atau Semenanjung kemudian dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi oleh algojo kerajaan di Sungai Pembunuh, yang selanjutnya berganti nama menjadi Sungai Harapan.

Di kawasan ini dulunya terdapat sebuah sungai yang dinamai Sungai Buluh. Sungai ini telah berubah menjadi bendungan tepatnya berhampiran dengan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Pada masa kehidupan Muhammad Taha, ia menempati wilayah pinggiran pantai yang dinamai Pasir Mongeh yang berhampiran dengan Tanjung Kemudian.

Wilayah titik-titik dusun ini kemudian menjadi satu wilayah yang disebut Sungai Pembunuh kemudian Sungai Harapan dan terakhir Sekupang.

Nama Sekupang sempena dari nama sejenis kerang Kupang yang banyak terdapat di perairan negeri Johor (Selat Tebrau). Hingga saat ini jenis kerang ini masih banyak dibudidayakan oleh nelayan di negeri tersebut.

Sedangkan Sungai Pembunuh yang kemudian bernama Sungai Harapan karena waktu dulu penduduk sekitar menjadikannya sebagai harapan sebagai sumber air bersih yang kemudian dijual ke Pulau Sambu.

Di sinilah kemudian nama Sungai Pembunuh bertukar nama menjadi Sungai Harapan atau Sekupang. Hikayat Kampong Tua Sekupang diceritakan oleh Abdul Saman. ~

 

Ditulis ulang oleh: MN Tahar
Sumber cerita: Tatang Surya Priatna

Print Friendly, PDF & Email