Tanjung Gundap | Ada Tugu Belanda Setinggi Satu Meter

Foto Ilustrasi: cdn.net

Tanjung Gundap yang sekarang kita kenal adalah sebuah daerah yang sebelumnya bernama Tanjung Keramat. Daerah ini pertama kali dibuka oleh To’ Rahmad yang berasal dari daerah Galang pada tahun 1880, hampir bersamaan dengan keberadaan Kampung Bagan dan Telaga Punggur.

 

Hari ke hari Rahmad bekerja sebagai nelayan dan membuka hutan kayu bakau agar menjadi terang. Usaha yang dilakukannya memancing orang lain untuk menetap di daerah tersebut.

Pada tahun 1912 setelah wafatnya beliau maka kampung ini dihuni oleh anaknya bernama Tembak bin Rahmad atau yang dikenali dengan panggilan Wak Tue oleh anak cucunya.

Pada masa yang sama daerah ini telah disurvei oleh pihak Belanda yang motifnya tidak di ketahui, namun Belanda telah membuat sebuah tugu dari bahan semen seukuran satu meter persegi yang terletak antara sungai dan kampung Tanjung Gundap.

Setelah kemerdekaan, pertumbuhan ekonomi di daerah ini semakin membaik dikarenakan hasil perikanan yang melimpah pada waktu itu ditambah dengan hasil hutan yang mendukung untuk dijual ke negara tetangga.

Di era konfrontasi masyarakat kembali membuka lahan perkebunan di hulu sungai sungai yang berhampiran dengan kampung tersebut untuk ditanami. ~

Ditulis ulang oleh: MN Tahar
Sumber cerita: Tatang Surya Priatna

Print Friendly, PDF & Email