Targetkan COVID-19 di Kepri Turun dalam Dua Minggu, Ini Arahan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo memberikan arahan terkait penanganan COVID-19 di Kepri. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kasus COVID-19 di Kepulauan Riau turun dalam waktu 2 minggu. Hal tersebut ditegaskannya saat memberikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Riau (Kepri).

“Panglima dan Kapolri sudah menyampaikan, pangdam, danrem, kapolda, dan juga dibantu Pangkogabwilhan, tentu saja dengan pemda, sudah diingatkan oleh Panglima TNI dan Kapolri diberi waktu 2 minggu untuk menurunkan terus. Saya hanya mengulangi lagi,” kata Jokowi seperti dalam video yang ditayangkan di akun Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Jokowi mengaku terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di seluruh daerah di Indonesia. Data-data dari berbagai daerah terus dicermati Jokowi setiap hari.

“Setiap pagi, sarapan saya angka-angka, semua kabupaten ada, semua kota ada, semua provinsi saya punya. Tadi coba dilihat, dari 176 hari, ini sudah turun menjadi 87 ribu, kelihatan terus grafisnya kelihatan turun,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan kasus aktif nasional saat ini sudah turun drastis dari Februari lalu. Namun Jokowi mengingatkan jangan sampai kasus COVID-19 meningkat lagi setelah mudik Lebaran 2021.

“Jangan sampai karena Lebaran kemarin ini sudah melarang mudik, tetapi tetap ada 1,5 juta yang mudik, naik nggak apa-apa, tapi kecil saja. Ini yang kita harapkan. Oleh sebab itu, jaga-jaga, harus terus kita tekan,” tutur Jokowi.

Setelah itu, Jokowi memaparkan data kasus COVID-19 di Kepri mengalami kenaikan cukup signifikan. Jokowi meminta pemda dan aparat setempat tidak lengah.

“Kemudian kita lihat di Kepri berapa, supaya kita bisa lihat angka-angkanya. Agustus tahun lalu masih 362, kemudian masuk ke Oktober melompat menjadi 1.240, bisa turun, turun, turun di bulan Februari sampai 192, tapi kelihatannya bapak-ibu tidak waspada di bulan Februari dan Maret ada kelengahan di situ harusnya diinjek terus sampai ke bawah, ke bawah terus, sehingga April dan Mei sudah 2.015. Hati-hati, kasus aktifnya di angka yang lumayan tinggi, 14,72,” papar Jokowi.

Jokowi juga menyoroti angka kesembuhan COVID-19 di Kepri yang masih berada di bawah rata-rata nasional. Dia mengajak seluruh elemen untuk bekerja sama terus dalam penanganan COVID-19.

“Angka kesembuhan di Kepri masih 83 persen, nasional, angka rata-rata nasional sudah 92 persen, sehingga ini menjadi kewajiban dan tanggungjawab kita semuanya, bupati, wali kota, gubernur, pangdam, kapolda didukung kejati, semuanya harus bergerak agar yang namanya kesembuhan itu bisa diperbaiki segera bisa, naik, naik naik,” imbuh Jokowi.

Dia meminta daerah yang masih kekurangan ventilator segera melapor kepada Menkes. Hal-hal yang menjadi kunci penanganan COVID-19 harus terus diperhatikan.

“Kalau kurang obat, sampaikan, Pak Gub bisa menyampaikan kepada Menteri Kesehatan apa yang kurang. Kalau ada misalnya ventilator, ini ventilator masih banyak yang ini sehingga banyak yang meninggal, sampaikan hal-hal yang menjadi kunci itu harus siap, obat, ventilator, dan lain-lainnya,” tutur Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga bercerita terkait awal mula PPKM mikro. Saat itu Jokowi menelepon PM India untuk menanyakan terkait penanganan COVID-19 yang efektif.

“Karena secara nasional kasus aktif puncak kasus aktif kita di awal Februari. Januari akhir sudah mulai naik, yaitu di angka 176 ribu, di awal Februari, 5 Februari 176 ribu. Tetapi karena kita belajar dari negara lain, saat itu perdana menteri dan menteri kesehatan, sama, saya tanya kenapa India bisa turun, jawabannya micro lockdown, kita tarik ke sini menjadi PPKM skala mikro,” beber Jokowi.

Bagi Jokowi, perangkat yang ada di desa harus diberdayakan untuk penanganan COVID-19. Itu menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menekan kasus COVID-19 sejak Februari.

“Kita memiliki kekuatan di sini, struktur kita sampai ke bawah ada, ada kepala desa, ada RT-RW dan juga ingat, ini juga penting, kita punya Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Infrastruktur ini harus kita pakai dalam PPKM skala mikro,” ucap Jokowi.(mk/dtk)

Print Friendly, PDF & Email