Ini Kriteria ASN Pemprov Kepri yang Dapat Kerja dari Rumah

Ilustrasi. (F:ist)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepri mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian sistem kerja dan kehadiran Aparat Sipil Negara (ASN), Senin (17/5/2021). Dalam surat edaran bernomor : 800/893/BKSDM-SET/ 2021 tersebut,  Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan guna mencegah penyebaran COVID-19 maka dilakukan penyesuaian sistem kerja dan kehadiran bagi pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan menerapkan pelaksanakan tugas kedinasan di di kantor (work from office) atau pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal (work from home).

“Pertama, kepala perangkat daerah melakukan pemantauan terhadap pegawai pada unit kerjanya yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 atau diharuskan melakukan karantina mandiri sesuai rekomendasi dokter atau tenaga medis dan memberikan surat izin cuti sakit bagi pegawai yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19,” ujar Arif.

Arif menyebut beberapa kriteria pegawai yang dianggap rentan terpapar penularan COVID-19 sehingga diwajibkan untuk melakukan tugas kedinasannya dengan sistem kerja dirumah/tempat tinggal atau Work From Home (WFH).

“Ada beberapa kriteria pertimbangan pegawai yang rentan terpapar COVID-19,” ujar Arif.

Pertama lanjut Arif, pegawai yang sedang mengandung/ hamil/ menyusui. Kedua, pegawai dengan jabatan pelaksana/fungsional/pegawai tidak tetap/tenaga harian lepas berusia lebih dari 50 tahun yang tugas fungsinya bersifat bukan strategis.

“Ketiga , untuk pegawai yang jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara online, Keempat, pegawai yang tempat tinggal pegawai berada di wilayah dengan penetapan pembatasan sosial berskala besar,” ujar Arif.

Kelima, pegawai yang memiliki riwayat sakit atau rentan terhadap sakit tertentu; Keenam, pegawai yang memiliki riwayat perjalanan dalam negeri/ luar negeri pegawai dalam 14 hari kalender terakhir. Ketujuh, pegawai dengan kondisi kesehatan keluarga pegawai (dalam status orang dalam pemantauan/orang dalam pengawasan/dikonfirmasi positif COVID-19).

“Kedelapan, pegawai dengan riwayat interaksi pegawai dengan penderita terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari kalender terakhir, Kesembilan, pegawai yang mengalami gejala infeksi COVID-19 yang mencurigakan (termasuk demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak dada, dispnea, kelelahan, mual dan muntah diare, konjungtivitis, nyeri otot, dll),” tegas Arif.

Serta terakhir, lanjut Arif pegawai yang efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan unit organisasi. (mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email