Gawat, COVID-19 di Anambas Terus Meningkat hingga 336 Kasus dan 6 Orang Meninggal

Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 KKA, Sahtiar, SH., MM. (F:ist)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Anambas kembali merilis tentang penambahan 17 warga Kepulauan Anambas yang terkonfirmasi COVID-19, dengan nomor kasus 320-336, Selasa (11/05/2021).

“Kami sampaikan penambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 yang merupakan hasil temuan kasus baru, sebagaimana hasil pemeriksaan swab dengan metode RT PCR yang dilakukan di laboratorium RSUD Tarempa,” kata Sahtiar, SH.MM

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas terus melaksanakan tracing (penelusuran kasus) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien serta tempat beraktifitas lainnya dan bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan dengan metode RT PCR di laboratorium RSUD Tarempa. Untuk hasil tracing (penelusuran kasus) akan disampaikan setelah hasil swab keluar.

Ketua pelaksana harian Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, SH.MM menyampaikan, hingga hari Selasa 11 Mei 2021, bahwa jumlah pasien COVID-19 di Kabupaten Kepulauan Anambas meningkat sebanyak 336 kasus dengan rincian sebagai berikut:

“Sembuh sebanyak 209 orang, meninggal sebanyak 6 orang, isolasi mandiri dirumah sebanyak 97 orang, isolasi di RSUD Tarempa sebanyak 4 orang, isolasi di RSUD Palmatak 1 orang, isolasi di Matak Base 1 orang, isolasi di Diven Selam Resort 9 orang, dirujuk ke RSUD Embung Fatimah Batam 1, dirujuk ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang sebanyak 7 orang, dirujuk ke RSAL dr. Midiyato sebanyak 2 orang,” sebutnya.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Sahtiar, SH., MM tak henti-hentinya menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan ketat pada masa adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19 ini.

“Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama,” imbauannya.

Masih kata Sahtiar, adapun protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

“Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi kita semua. Aamiin Yaa Robbal Alamiin,” tutupnya.(Darwin)

Print Friendly, PDF & Email