Dugaan Korupsi Dana Desa Ceruk Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan

Kajari Natuna, Imam MS Sidabutar, SH.MH, didampingi Kasi Intel dan Kasi Tipidsus.(foto:ist)

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna, meningkatkan status penanganan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, tahun anggaran 2021 dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Ditingkatkannya menjadi penyidikan berdasarkan hasil ekspose atas hasil pelaksanaan Surat Perintah Operasi Intelijen. Dari hasil permintaan keterangan serta dokumen pendukung lainnya telah diperoleh bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi.

Dalam proses penyidikan nantinya, tim penyidik akan mendalami bukti-bukti guna membuat lebih terang tindak pidana yang terjadi. Sehingga dalam waktu tidak terlalu lama penyidik dapat menentukan tersangkanya.

“Pada tahap penyidikan nanti, tim penyidik akan mendalami bukti-bukti yang ada. Sehingga dalam waktu yang tidak lama, kita dapat menentukan tersangkanya”, ujar Kajari Natuna Imam MS Sidabutar, SH.MH, didampingi Kasi Intelijen dan Kasi Tindak Pidana Khusus, Senin (10/05/2021), di kantor Kejari Natuna.

Diketahui, berdasarkan hasil ekspose perkara tahap penyidikan, anggaran Desa Ceruk tahun 2021 periode Januari-Maret telah dicairkan tanpa merujuk kepada ketentuan peraturan perundangan tentang pengelolaan Dana Desa.

Seperti Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dan Perbup Natuna nomor 82 tahun 2018 tentang pedoman pengelolaan keuangan Desa) serta tidak didukung oleh bukti pengeluaran riil, telah berindikasi kuat merugikan keuangan Negara.

Bahwa atas penyalahgunaan anggaran tersebut mengakibatkan perangkat Desa Ceruk mengalami keterlambatan pembayaran gaji dan tunjangan untuk bulan Januari 2021 s/d Maret 2021.

Selain itu masyarakat penerima bantuan BLT terkait Covid-19 juga sempat menjadi risau karena dana yang disalahgunakan termasuk juga dana BLT terkait Covid-19.(mk/nang)

 

Print Friendly, PDF & Email