Melihat Lebih Dekat Muhibah Ramadhan di Pulau Tiga

Sambutan Kades Sabang Mawang, Mansyur, di Masjid Al- Bayan (foto:nang).

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Siang hari itu terik matahari terasa membakar kulit pada Minggu, 02 Mei 2021. Akhirnya, kami memutuskan menempuh perjalanan dengan kendaraan roda empat menuju Selat Lampa.

Kurang lebih satu jam lamanya, kami pun tiba di sana pukul 15.30 WIB. Hiruk pikuk di pelabuhan rakyat tampak lengang, tidak seperti hari-hari biasanya.

Berbekal speed boat (angkutan penyeberangan) berkapasitas sedang, selanjutnya menempuh perjalanan laut menuju Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga.

Perjalanan ini dalam rangka menghadiri kegiatan Muhibah Ramadhan 1442 Hijriah, bertepatan dengan malam ke 21 Ramadhan. Turut bersama kami rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna.

Aktifitas di Dermaga utama kampung Sabang Mawang sangat sibuk pada sore hari itu. Aparatur pemerintahan desa dan komponen lainnya, menyambut baik setiap tamu yang datang dari ibu kota kabupaten, maupun rombongan Kafilah dari Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat.

Tidak hanya sekedar disambut, rombongan juga diantar menuju tempat singgah yang telah disiapkan. Sungguh keramahtamahan masyarakat membuat saya merasa seperti di kampung sendiri.

Rupanya, Desa Sabang Mawang menjadi tuan rumah penutupan Muhibah Ramadhan tahun 2021. Sebelumnya, pembukaan dilaksanakan di Desa Tanjung Kumbik, Pulau Tiga Barat, pada malam ke 6 Ramadhan.

Kepala Desa Sabang Mawang, Mansyur, mengisahkan, Muhibah Ramadhan merupakan warisan turun temurun di Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat (dulu satu kecamatan). Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan sesama umat muslim.

“Dengan Muhibah Ramadhan, kita dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat bisa saling bertegur sapa, bertukar pikiran, yang intinya untuk meningkatkan ukhuwah islamiah”.

Muhibah Ramadhan dipusatkan di Masjid Al-Bayan. Diisi dengan berbagai kegiatan seperti, buka puasa bersama, sholat Isya, sholat tarawih, ceramah agama, serta beberapa kegiatan lainnya.

Kegiatan ini sudah berlangsung dari zaman dahulu kala. Kental akan nilai-nilai Islam, bahkan hanya ada di dua kecamatan dari 15 kecamatan di Natuna.

Muhibah Ramadhan dilaksanakan selama 14 malam secara sederhana berbasis swadaya masyarakat. Terpenting adalah memupuk tali silaturrahmi dan menghidupkan kembali sya’r Islam.

“Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana dengan baik, walaupun ada batasan terkait protokol kesehatan karena adanya Covid-19. Kalau tahun lalu tidak ada sama sekali”.

Pria yang baru dilantik menjadi Kades sekitar enam bulan lalu ini punya harapan besar. Semoga kedepan, kegiatan Muhibah Ramadhan ini bisa ditularkan ke kecamatan lainnya, sehingga cakupannya lebih luas. Atau bisa dijadikan sebagai agenda tahunan Pemerintah daerah.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email