Meski Difatwakan Haram, MUI Izinkan Penggunaan Vaksin Corona Sinopharm karena Darurat

Foto:net

JAKARTA (marwahkepri.com) – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Hasanuddin mengungkap penggunaan vaksin Corona Sinopharm diperbolehkan meski difatwakan haram.

“Iya sudah difatwakan Sabtu 1 Mei 2021. Ketentuannya sama seperti vaksin AstraZeneca, haram tapi bisa digunakan dalam kondisi darurat,” jelas Prof Hasanuddin seperti dilansir detikcom Senin (3/5/2021).

Sama seperti vaksin AstraZeneca, vaksin Corona Sinopharm disebutnya memiliki unsur tripsin babi.

“Sama memiliki unsur tripsin babi sehingga hukumnya tetap boleh digunakan saat darurat,” lanjutnya.

Sebelumnya pemerintah akan menggunakan vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi mandiri atau gotong royong. Efikasi vaksin COVID-19 ini mencapai 78 persen berdasarkan hasil uji klinis fase III di Uni Emirat Arab.

Sementara pemberian dosis kedua vaksin Corona Sinopharm diberikan setelah 21-28 hari disuntik dosis pertama. Vaksin Corona Sinopharm sudah disetujui penggunaan daruratnya oleh BPOM dan EUA pada Jumat (30/4/2021) lalu. (mk/dtk)

Print Friendly, PDF & Email