Gubernur Kepri Keluarkan Surat Edaran, dari Aturan Pelaksanaan Ibadah hingga Open House Pejabat

Cuplikan surat edaran bernomor 457/SET-SETC19/V/2021 yang dikeluarkan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad. (F:ist)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada bupati dan walikota se-Provinsi Kepri. Surat edaran bernomor 457/SET-SETC19/V/2021 tersebut dikeluarkan tanggal 2 Mei 2021 dan berisi tentang pembatasan kegiatan masyarakat selama Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. 

“Surat edaran ini merupakan salah satu langkah bagaimana kita bersama-sama menekan penyebaran COVID-19 di Kepulauan Riau,” jelas Ansar Ahmad kepada media, Minggu (2/5/2021). 

Beberapa hal yang ditekankan dalam surat edaran tersebut, kata Ansar, diantaranya, pertama, tentang penyelenggaraan ibadah selama Bulan Ramadan 1442 Hijriah/Tahun 2021 di masjid/mushalla dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Kedua, pelaksanaan desinfeksi secara berkala pada ruangan masjid/mushalla serta penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan air mengalir dan/atau handsanitizer.

“Kita juga minta para jamaah masjid dan mushola menggunakan masker secara benar dan sebisa mungkin menghindari kontak fisik antar jemaah, seperti bersalaman, berpelukan dan lain-lain,” katanya.

Tidak hanya itu, gubernur juga minta agar ada pengaturan jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter antar perorangan dalam pelaksanaan ibadah serta pembatasan keterisian kapasitas masjid/mushalla maksimal 50 persen.

“Kita juga mengimbau agar jemaah untuk membawa perlengkapan ibadah masing-masing dan membatasi durasi pelaksanaan rangkaian ibadah berjamaah di masjid/mushalla,” tambahnya. 

Untuk lebih menekan penyebaran COVID-19, dalam surat edaran itu gubernur juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sahur dan buka puasa selama bulan Ramadan 1442 Hijriyah/Tahun 2021 bersama keluarga inti di rumah masing-masing. Melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di tempat dan fasilitas umum pada malam hari, maksimal sampai dengan pukul 22.00 WIB. Serta meniadakan pelaksanaan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri/1 Syawal 1442 Hijriah.

“Tidak kalah penting, penyelenggaran open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah khususnya bagi pejabat dan aparatur pemerintahan/ASN kita minta ditiadakan. Demi kebaikan bersama untuk sementara masyarakat tidak melaksanakan kunjungan silaturahmi tatap muka. Ini penting agar persoalan COVID-19 secepatnya bisa kita atasi,” tegasnya.

Untuk itu Ansar Ahmad meminta Satuan Tugas Penanganan COVID-19 kabupaten/kota yang bekerja sama dengan TNI/Polri meningkatkan  pengawasan, pendisiplinan masyarakat dan penegakan protokol kesehatan di fasilitas peribadatan serta tempat dan fasilitas umum lainnya.

“Kalau ingin Kepri sehat kita harus sepakat bahwa protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat,” pungkas Ansar Ahmad.(mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email