Tiban: Pintu Masuk Pertama Orang Ladi untuk Menumpas Bajak Laut

Ilustrasi: cdn.pixabay.com

Kampung Tiban merupakan daerah aliran sungai yang banyak didiami oleh orang Ladi yang mengabdi kepada raja Melayu yang berpusat di Jodoh. Orang Ladi berasal dari Pulau Combol dekat Moro yang memilih bergabung dengan pihak kerajaan untuk menumpas lanun (bajak laut).
Tempat kedatangan mereka pertama kali atau pintu masuk ke daratan Batam adalah di sungai Tiban sebelum membuka perkampungan di Sungai Ladi dan Teluk Bujang Rambang.
Setelah berakhirnya peperangan antara orang Ladi dengan Panglima Sampit dan Raja Jodoh, mereka meninggalkan kampung Sungai Ladi.
Pada tahun 1834 ketika pelaut-pelaut Bugis menghampiri Batam, salah seorang dari mereka bermukim di daerah Sungai Tiban yang pada waktu itu dihuni beberapa orang saja.
Pelaut Bugis ini menikahi penduduk setempat dan dianugerahi keturunan bernama Semani yang menempati perkampungan Tiban. Kampung Tiban pada masa itu sempat ditukar nama menjadi Lubuk Kemang (nama sebatang pohon).
Keturunan selanjutnya hijrah ke Seraya Luar berhampiran dengan Sekupang. Lahan bekas kebun Semani banyak ditemui kuburan lama yang berhampiran dengan muara sungai di Tiban.

Di hulu sungai Tiban pula terdapat perkampungan yang dibuka oleh perantau dari suku Minang dan Selayar pada tahun 1972. Mereka mula menggergaji kayu untuk dijadikan rumah sebanyak empat buah lalu membuat kebun. Hulu sungai ini sekarang dikenal dengan nama Tiban Kampung.~MN Tahar

Ditulis ulang oleh: MN Tahar
Sumber teks asli: Tatang Surya Priatna 

Print Friendly, PDF & Email