Tanjung Uma: Berasal dari Ikan Karang Kecil Bernama Tuma

Sudut pesisir Tanjunguma. (F: dok)

 

Pada tahun 1832, seorang penghulu dari kampung Patam bernama Pa’ Ali memperluas wilayah kampungnya hingga ke arah barat pulau Batam yang disebut Puaka Lepu. Asal nama Puaka Lepu karena banyak ditemui sejenis ikan bernama Lepu yang durinya beracun.

Sedangkan di pantai tanjungnya yang berpasir putih banyak dijumpai sejenis ikan karang kecil yang disebut remis atau tuma. Tanjung ini lama kelamaan banyak didiami warga sehingga menjadi perkampungan nelayan bernama Tanjung Uma.

Tetua kampung ini bernama To’ Tem yang merupakan seorang opas atau tantara kerajaan. Beliau sering melakukan perjalanan ke negeri Johor setelah sebelumnya bekerja sebagai pencari rotan. To’ Tem pernah diterkam harimau ketika mamasuki kawasan hutan di Johor, namun beliau tidak mati dan hanya mengalami luka dengan lubang menganga di dagu.

Pada tahun 1895 Tanjung Uma kemudian dikembangkan oleh Pawang Seman dan Pawang Sulung untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dan lahan perkebunan bagi kaum kerabatnya.

Mata pencarian utama penduduk adalah nelayan dan berkebun sehingga Tanjung Uma juga dikenal sebagai penghasil kebutuhan masyarakat. Orang dari suku Pedalaman Hutan sering berkunjung ke Tanjung Uma untuk mengantar rotan resam dan yang lainnya dengan bahan makanan.

Tahun 1963 hingga 1965, kampung ini pernah dipimpin oleh seorang Kepala Kampung Patam yang bernama Hamzah Usman. Pada masa konfrontasi daerah ini pernah dibuat jalan yang dapat dilalui panser dan kendaraan lainya oleh tentara KKO. ~

Ditulis ulang oleh: MN Tahar
Sumber teks asli: Tatang Surya Priatna 

Print Friendly, PDF & Email