Sungai Panas: Bakau Kerdil di Tanah Panas

Ilustrasi: nusadaily.com

Sungai Panas berada di sepanjang sungai kecil yang hanya dihuni oleh beberapa orang di hulunya sekitar tahun 1817 silam.

Daerah sungai ini berhampiran tidak jauh dari Kampung Belian, Bengkong dan Sungai Tering, namun pohon bakau yang tumbuh di sungai ini berbeda dengan kedua sungai lainnya.

Bakau di Sungai Panas tumbuh kurang subur dan kerdil karena kondisi tanah di sekitar sungai itu terlalu panas. Sebutan Sungai Panas berlangsung hingga sekarang.

Kampung Sungai Panas yang pertama sekali didiami penduduk berada tepatnya di Vihara Duta Maitreya, Batam Center.

Sungai Panas bersebelahan dengan Bengkong yang mulanya ditempati oleh beberapa orang dari Pulau Kaus dan Pecung pada tahun 1930-an.

Kegiatan usaha yang dilakukan oleh mereka adalah memotong kayu bakau yang dikupas kulitnya kemudian diikat dan dijual ke Singapura.

Kayu itu disebut Kayu Likau. Kegiatan ini berlangsung cukup lama dengan meningkatnya penduduknya pada tahun 1965.

Kegiatan memproduksi kayu likau terhenti akibat konfrontasi, hal ini memaksa penduduknya berubah profesi menjadi petani dan nelayan.

Pada tahun 1982, Bengkong mulai pesat dengan penduduk yang baru menempati daerah tersebut. Hal ini kemudian memunculkan berbagai macam nama Bengkong yang berawal dari keberadaan perkampungan kecil di pinggir pantai bernama Bengkong Kuala. Letaknya berhampiran dengan Bengkong Sadai sekarang. ~

Ditulis ulang oleh: MN Tahar
Sumber teks asli: Tatang Surya Priatna 

 

Print Friendly, PDF & Email