Terkait Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar, Densus 88 Ringkus Tiga Pegawai Swasta

Ilustrasi. (F:net)

MAKASSAR (marwahkepri.com) – Densus 88 Mabes Polri kembali meringkus tiga pegawai swasta yang diduga membantu aksi pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Tiga terduga teroris tersebut berinisial S, IS dan AS dan merupakan pegawai swasta di Makassar. Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda. 

“Ada tambahan, 3 itu kemarin. Total 36,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Jumat (23/4/2021).

“Dua orang kelahiran tahun 2000, satu orang (kelahiran) 81. Mereka ini ditangkap berbeda semuanya di Makassar, berdiri sendiri,” imbuhnya.

Densus 88 Mabes Polri kini masih terus melakukan pendalaman peran, termasuk untuk tiga terduga teroris yang baru ditangkap.

Sejak aksi bom bunuh diri pasutri di Gereja Katedral pada Minggu (28/3/2021) lalu hingga hari ini, sudah 36 orang terduga teroris yang diamankan Densus 88 dan Polda Sulsel. Mereka terdiri atas 34 laki-laki dan 2 perempuan. Dari tangan mereka juga diamankan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti yang diamankan saya belum bisa jelaskan. Kemudian keterkaitan dan keterlibatannya jelas, keterkaitan dengan bom depan Gereja Katedral Makassar sangat terkait, sehingga dilakukan penangkapan,” tegasnya.

Sebanyak 36 orang yang kini masih ditahan tersebut rata-rata diamankan dari wilayah Kabupaten Maros, Gowa, dan Kota Makassar. Semuanya memiliki peran sebelum pasutri L dan YSF meledakkan bom di Gereja Katedral.

“Orang yang ditangkap sekarang ini kan adalah orang yang mendukung. Sejauh mana perannya kan belum bisa saya sampaikan. Ada yang dukung bantu buat bom, bantu survei jalan, ada yang memberi motivasi semangat,” pungkasnya.(mk/dtk)

Print Friendly, PDF & Email