Riwayat Kampung Seribu

Ilustrasi Kampung Seribu: google image

Disebut Kampung Seribu karena jumlah penduduknya pada tahun 1884 hingga tahun 1857 berjumlah seribu orang yang berasal dari pulau-pulau sekitarnya.

Kampung Seribu diperintah oleh seorang penghulu yang berkedudukan di Kabil dari keluarga bangsawan Pulau Penyengat. Wilayah kekuasaan penghulu ini meliputi Kampung Bagan, Telaga Punggur dan Batu Besar.

Kampung ini juga disebut dengan nama Teluk Bakau, atau juga sering yang digabungkan menjadi Teluk Bakau Seribu. Tapak kampung ini sekarang berdiri perusahaan PT Citra Tubindo.

Selain orang Melayu, perkampungan ini dahulunya juga pernah ditempati oleh para pendatang yang kemudian berhijrah. Sejak saat itu Kampung Seribu tidak lagi dihuni penduduk.

Pada pertengahan abad ke-18 setelah Tanjung Piayu dibuka oleh Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kampung Seribu kemudian dibuka oleh To’ Agong yang juga merupakan menantu Sultan Sri Jawi, suami dari Tengku Asiah bersama To’ Kamis.

Sebelumnya kampung ini bernama “Bantal Likau” karena To’ Kamis selain menangkap ikan juga mencari kayu likau untuk menjual kulitnya ke Singapura. Mereka semua mangkat dan dikebumikan di kampung ini. ~

Ditulis ulang oleh: MN Tahar
Sumber teks asli: Tatang Surya Priatna 

Print Friendly, PDF & Email