Masyarakat Diminta Tak Respon Akun Facebook Palsu Pencatut Nama Wagub Kepri

Foto:istimewa

BATAM (marwahkepri.com) – Aktivitas akun pencatut nama Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina masih terus berlanjut. Masyarakat diminta untuk tidak merespon percakapan akun tersebut. Berdasarkan riwayat pembuatan, akun palsu ini telah aktif 18 Maret 2021 dengan nama akun Marlin Agustina.

Modus pencatut yakni melakukan percakapan (pesan singkat) melalui Messenger ke pengguna facebook lain, untuk meminta nomor WhatsApp, kemudian meminta enam angka yang dikirimkan ke nomor SMS calon korban. Merujuk pada kasus serupa, upaya penipuan ini ditengarai berujung pada pembajakan aplikasi WhatsApp korban.

Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Azril Apriansyah menyampaikan akun Facebook palsu tersebut dengan link https://www.facebook.com/marlin.agustina.98.

Sementara akun facebook yang asli milik Marlin Agustina adalah https://www.facebook.com/marlinagustinarudi dengan deskripsi pekerjaan Ketua PKK Kota Batam.

“Jangan pernah mudah memberi nomor handphone kepada orang yang tidak kita kenal. Apalagi mengatasnamakan Marlin Agustina pakai akun palsu bukan milik Marlin Agustina,” katanya, Selasa (20/4/2021).

Azril berharap masyarakat agar berhati-hati dalam bermedia sosial dan tidak mudah tertipu akun yang mengatasnamakan orang lain.

“Dimohon untuk tidak merespon semua percakapan atau permintaan mengatasnamakan Marlin Agustina via Facebook tersebut,” tutupnya.

Untuk diketahui SMS berisi enam angka tersebut merupakan kode verifikasi dari WhatsApp. Para pelaku kejahatan tersebut sedang berusaha untuk membajak atau mengambil alih akun WhatsApp.

Caranya, pelaku menginstal akun WhatsApp dan mendaftarkan nomor ponsel korban di akun tersebut. Untuk mengambil alih akun itu, para pelaku kejahatan butuh enam digit kode verifikasi yang dikirimkan ke nomor ponsel korban oleh WhatsApp. Setelah nomor WA diambil alih, pelaku akan menipu para korban dengan meminta sejumlah uang atas nama pemilik telepon seluler.

Karena nomor ponsel tidak ada pada pelaku kejahatan, pelaku melakukan rekayasa sosial dengan membujuk korban memberikan SMS berisi enam angka.

Menurut FAQ oleh WhatsApp, pengguna mungkin dikirimi kode verifikasi melalui SMS, meskipun tidak diminta, karena sejumlah alasan. WhatsApp mengatakan ini bisa terjadi karena seseorang salah mengetik nomornya sendiri, atau peretas mencoba mengambil alih akun orang tersebut. (mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email