Biaya Operasional Pemulangan PMI Mahal, Pemko Batam Minta Bantuan Pemerintah

Suasana rapat. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memaparkan penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang selama ini masuk melalui Kota Batam.

Dalam penjelasannya kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, pada periode tahun 2020 sampai dengan 17 April 2021 total jumlah PMI sebanyak 63.140 orang. Sebanyak 57.532 (85%) orang datang dari Malaysia dan 5.608 (15%) dari Singapura.

“PMI yang positif COVID-19 pada tahun 2020-2021 berjumlah 425 orang dengan rincian 275 orang tahun 2020 dan 150 orang tahun 2021. Isolasi RSKI Galang 95 orang,” katanya, Senin (19/4/2021)

Adapun permasalahan yang berkaitan dengan PMI/WNI melalui Kota Batam diantaranya terkait dengan biaya operasional penangan PMI/WNI (permakanan, tempat karantina, transportasi dan SDM).

Selain itu juga terdapat PMI/WNI yang dokumen PCR Test diduga palsu dan tidak dilakukan pemeriksaan PCR di Malaysia. Kemudian masalah lainnya adalah jadwal kedatangan kapal dari negara asal (Singapura dan Malaysia) yang tidak tetap (siang, sore bahkan malam hari).

“Terdapat juga PMI/WNI yang sakit ketika masuk Kota Batam, sehingga harus dilakukan perawatan tersendiri,” ujarnya.

Karena itu pihaknya menilai perlunya dukungan anggaran dari pemerintah/BNPB terhadap penanganan kedatangan PMI/WNI melalui pintu masuk Kota Batam.

Kemudian juga perlunya dispensasi atas karantina PMI/WNI 5×24 jam sebagaimana ketentuan. Sehingga PMI yang masuk melalui pintu masuk Kota Batam dapat segera melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing bila hasil SWAB negatif telah keluar.

“Kami rasa juga perlunya pintu masuk selain Batam, baik di Kepri maupun di Riau. Kita harap juga ada solusi terkait karatina dan pemulangan PMI selama periode penutupan moda angkutan tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021,” katanya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan kedatangannya ke Batam tidak lain adalah untuk koordinasi agar ke depan penanganan COVID-19 dan pemulangan PMI bisa berjalan dengan baik.

“Saya sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah yang merupakan pintu masuk PMI,” kata Doni.

Doni meminta agar Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemko Batam dan Pemko Tanjungpinang membentuk tim pemulangan PMI. Sehingga apa yang menjadi hambatan atau usulan bisa disampaikan kepada kementerian/lembaga terkait.

“Seperti tadi terkait logistik PMI selama karantina, tentu pemerintah bisa membantu anggarannya setelah ada usulan dari pemda,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Doni juga mengapresiasi kepada Pemko Batam yang telah melakukan penanganan pemulangan PMI dengan baik, sekaligus menyerahkan bantuan langsung berupa masker kain INA sebanyak 7.500 pcs, masker kain anak sebanyak 7.500 pcs, rapid tes antigen sebanyak 5.000 test dan 1 unit mesin PCR. (mk/mc)

Print Friendly, PDF & Email