Peran Pojok Baca dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa

Guru SMP Negeri 2 Siantan Berty Yandriyani, S.Pd. (F:ist)

 

 

Oleh:  Berty Yandriyani, S.Pd*

Kita sering mendengar bahwa membaca adalah jendela dunia, dengan membaca kita seakan-akan keliling dunia. Membaca dapat meningkatkan wawasan kita,dan menambah pengetahuan. Kita akan mendapatkan ilmu dan suatu hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah kita ketahui, maka dari itu membaca itu penting, banyak dampak positif yang mempengaruhi kehidupan kita.

Di jaman globalisasi ini kita dapat membaca buku dengan fisiknya atau juga bisa dengan digital. Maka kita bisa membaca buku kapanpun dan dimanapun.

Namun, sayangnya menurut Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Dari 61 negara, Indonesia menempati urutan ke-60 terkait dengan minat baca. Dikala ada banyak dan mudahnya akses membaca buku sekarang ini.

Hal ini tentu menjadi sangat memprihatinkan.

Untuk itu, salah satu upaya sekolah dalam mewujudkan bangsa yang berbudaya baca, maka sekolah melakukan pembinaan minat baca.

Pembinaan minat baca merupakan langkah awal sekaligus cara efektif untuk menumbuhkan minat baca kepada peserta didik.

Karena di masa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan yang nantinya kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa.

Dengan kata lain, apabila sejak kecil peserta didik terbiasa membaca, maka kebiasaan membaca akan terbawa hingga dewasa.

Terkait dengan hal tersebut maka guru harus melakukan hal-hal kreatif untuk meningkatkan minat baca siswa.

Salah satunya dengan menciptakan pojok baca di setiap kelas.

Pojok baca merupakan suatu sudut ruang didalam kelas yang dilengkapi dengan rak buku atau box buku serta berbagai koleksi buku yang menarik bagi siswa yang berperan sebagai perpanjangan fungsi dari perpustakaan.

Melalui pojok baca siswa dilatih untuk membiasakan membaca buku.

Pemanfaatan sudut ruang kelas untuk dijadikan pojok baca juga sebagai penunjang dari perpustakaan sekolah.

Selain peserta didik membaca, meminjam dan menjelajah sumber ilmu dari perpustakaan sekolah, peserta didik juga bisa memanfaatkan pojok baca di kelas mereka masing-masing.

Pojok baca dibuat dengan kreativitas guru yang bersangkutan, sehingga berbeda di tiap kelas.

Pada jenjang SD, guru harus berupaya semaksimal mungkin agar pojok baca menjadi magnet untuk menarik siswa membaca. Maka guru harus kreatif menciptakan pojok baca yang menarik dan artistik.

Sementara di jenjang SMP dan SMA/SMK, pojok baca, guru bisa menugaskan siswa untuk membuatnya dengan kreasi mereka.

Yang penting setiap kelas ada pojok baca yang setiap hari dimanfaatkan.

Arahkan untuk melengkapi fasilitas baca dan suasana yang nyaman.

Meskipun dibuat dengan sederhana namun artistik dan menarik, pojok baca akan terfungsikan sesuai manfaatnya bagi siswa dan guru.

Sehingga guru perlu memberikan tugas membaca dan mengaitkan pelajaran dengan kegiatan membaca di pojok baca. 

Pojok baca dibuat bukan untuk menyaingi perpustakaan sekolah, namun justru membantu perpustakaan sekolah dalam menciptakan gemar membaca dan rutinitas membaca bagi siswa.

Sehingga buku-buku yang disediakan di pojok baca diupayakan berbeda dengan yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Dalam rangka pengembangan minat baca siswa, pojok baca di setiap kelas memiliki manfaat antara lain:
Dapat merangsang siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik.

Mendekatkan buku pada siswa sehingga siswa lebih tertarik membaca.

Membantu perpustakaan sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca, di saat buku yang ingin dibaca siswa tidak tersedia di perpustakaan sekolah.

Dapat dikaitkan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran oleh guru.

Dengan adanya pojok baca akan memberikan manfaat bagi semua warga sekolah dan dapat mengangkat minat baca.

Kesadaran akan pentingnya berliterasi akan membuka mata bahwa dengan membiasakan diri membaca dapat mengubah hidup dan jalan pikiran.

Tinggi rendahnya minat baca suatu bangsa amat menentukan kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan perkembangan suatu bangsa.. ***

 

Penulis adalah Guru SMP Negeri 2 Siantan

Print Friendly, PDF & Email