Gus Far Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Agama

Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taubah Batam Gus Far. (F:ist)

Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taubah Batam Gus Far. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taubah Batam Gus Far ikut memberikan perhatiannya terkait isu yang berkembang di media sosial akan adanya pengembang property di Jawa Barat yang melarang warga melakukan ibadah dari angama tertentu.

Menurut Gus Far isu agama sebenarnya tidak relevan untuk digaungkan karena akan merugikan terhadap agama itu sendiri.

Contoh ketika ada salah satu tokoh baik nasional maupun lokal selalu membawa isu agama ke dalam ranah politik dan kepentingan pribadi khususnya soal khilafiyah dan persoalan lainnya yang bisa dikaitkan terhadap agama, maka yang akan dirugikan bukan hanya satu golongan saja melainkan banyak golongan lain yang satu akidah dan satu agama yaitu Islam.

“Saat ini tidak sedikit tokoh tertentu baik nasional maupun lokal yang gampang sekali menawarkan isu agama terhadap ummat,” ujar Gus Far, Selasa (23/3/2021).

Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taubah Batam ini meminta kepada seluruh tokoh-tokoh tertentu baik nasional maupun lokal untuk tidak lagi memainkan isu agama yang memprovokasi ummat dan meminta kepada pihak yang berwajib agar aktif mensosialisasikan tentang ke-Bhinekaan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang keadaan bangsa yang sebenarnya saat ini.

“Pihak berwajib jangan diam diri dalam menghadapi isu-isu di tengah masyarakat yang  berpotensi untukmerusak kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Gus Far pun meminta Kepada pihak berwajib terutamanya pihak kepolisian agar peka menghadapi isu agama yang digaungkan oleh kelompok kelompok tertentu.

“Kalau dari kapolri, mapolda, kapolres sampai ke bawah bisa membendung isu agama dan selalu bergandengan dengan pada ulama dan tokoh masyakarat ,insya Allah negara kita akan damai, aman, makmur dan santosa, karena kebutuhan manusia hidup itu hanya dua, yaitu aman dan kenyang. Kalau kita aman pasti kita tenang, kalau kita kenyang pasti kita damai,” ucap alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur ini.

Jangan sampai tambahnya, negara yang kita cintai ini seperti di negara-negara Timur Tengah yang banyak luluh lantah karena isu agama dijadikan topeng dalam kekuasaan dan politik.

Selain kepada pihak berwajib Gus Far juga meminta kepada seluruh warga masyakarat khususnya di Kepulauan Riau agar tenang dan jangan ikuti tokoh-tokoh tertentu yang selalu menggunakan agama dalam narasinya dan selalu melawan hukum dan pemerintah.

“Kita ini hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (mk/ril/mun)

Print Friendly, PDF & Email